Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 37 gempa bumi susulan setelah gempa utama magnitudo (M) 7 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Dari puluhan gempa susulan tersebut, kekuatan terbesar mencapai M 6,2. BMKG mencatat gempa susulan terjadi dengan magnitudo antara 3,6 hingga 6,2.
Advertisement
"Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami, Wijayanto dalam konferensi pers yang digelar Sabtu.
BMKG mengingatkan gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
"Gempa susulan akan ada terus berhari-hari. Gempa susulan akan terus, kita update sampai kapan gempa susulan ini kemungkinan berakhir," kata Wijayanto.
BMKG juga meminta masyarakat menghindari bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa. Kondisi bangunan yang telah rusak dikhawatirkan membahayakan warga apabila kembali terjadi guncangan.
"Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi," jelasnya.





Komentar (0)