CIMB Niaga Cetak Laba Rp4,3 Triliun di Semester I 2026

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank CIMB Niaga Tbk berhasil menyalurkan total kredit atau pembiayaan sebesar Rp247,2 triliun atau tumbuh 6,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) di semester I 2026. Sementara current account and savings account (CASA) meningkat 6,9% YoY menjadi Rp193,1 triliun.

Perolehan itu membuat laba sebelum pajak konsolidasian CIMB Niaga tercatat sebesar Rp4,3 triliun, dan menghasilkan earnings per share Rp136,67.

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan kinerja yang stabil pada semester pertama 2026 ini didukung pertumbuhan pada kredit/pembiayaan dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin.

“Pendapatan operasional (revenue) dan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit) masing-masing tumbuh 6,8% Y-o-Y dan 6,5% Y-o-Y. Selain itu, peningkatan kontribusi pendapatan nonbunga turut membantu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih sehingga mendukung pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan. Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan baik, yang tercermin dari perbaikan gross non-performing loans (“NPL”) menjadi 1,83%,” ujarnya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Pada periode yang sama, CIMB Niaga juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku. Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis CIMB Niaga, sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Dengan fondasi yang kuat tersebut, kami akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama. Kami akan terus mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas, memperkuat penghimpunan dana murah (CASA), mendiversifikasi sumber pendapatan, serta mempererat hubungan dengan nasabah melalui layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital. Sejalan dengan purpose kami, yaitu Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat,” tambah Lani.

CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (“CAR”) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,5% dan 90,4%. Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp382,0 triliun (+6,7% Y-o-Y) per 30 Juni 2026, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp269,3 triliun (+2,8% Y-o-Y), dengan rasio CASA naik menjadi 71,7%. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman dengan ekosistem perbankan digital Bank.

Sedangkan jumlah kredit/ pembiayaan yang naik 6,6% Y-o-Y, didorong oleh kinerja yang baik dari beberapa segmen utama. Perbankan Korporasi mencapai pertumbuhan tertinggi (13,8% Y-o-Y), sementara Perbankan Komersial (4,6% Y-o-Y), Usaha Kecil Menengah (UKM) (2,9% Y-o-Y) dan Perbankan Konsumer (0,1% Y-o-Y) mengalami pertumbuhan yang stabil. Kenaikan di kredit/pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (“KPM”) yang meningkat sebesar 4,7% Y-o-Y.

Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar Rp54,0 triliun dan DPK sebesar Rp50,9 triliun per 30 Juni 2026.

Keberlanjutan tetap menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan CIMB Niaga, seiring upaya Bank untuk terus memperluas pembiayaan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial, serta mendukung transisi Indonesia menuju perekonomian yang lebih inklusif dan rendah karbon.

Pada 1H26, Bank mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp66 triliun atau 26,7% dari total outstanding pembiayaan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pembiayaan pada berbagai sektor utama, termasuk energi terbarukan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pembiayaan berbasis keberlanjutan (sustainability-linked financing).

Pada periode ini, Bank juga semakin memperkuat implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sebagai kerangka utama untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan aktivitas pembiayaan berkelanjutan di seluruh portofolio pembiayaan korporasi, UMKM, dan konsumer, yang melengkapi kerangka Produk dan Layanan Berdampak Hijau, Sosial, dan Berkelanjutan yang dimiliki Bank.

Ekosistem Keuangan Digital Semakin Terhubung

Digitalisasi tetap menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan CIMB Niaga, dengan lebih dari 90% transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital, meliputi OCTO (aplikasi dan website), OCTOBIZ (aplikasi dan website), Automated Teller Machines (“ATM”), serta OCTO Pay (uang elektronik). Untuk memenuhi kebutuhan perbankan nasabah yang terus berkembang, Bank senantiasa memperkuat ekosistem digitalnya dengan menghadirkan layanan perbankan yang Simpler, Better and Faster, serta mengintegrasikan secara mulus pengalaman nasabah di kanal digital dan fisik.

Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, CIMB Niaga terus mengintegrasikan kanal fisik dan digital melalui konsep Digital Branch dan Digital Hub. Konsep ini memadukan teknologi layanan mandiri dengan layanan ramah khas CIMB Niaga, sehingga nasabah dapat menyelesaikan layanan seperti pembukaan rekening, pencetakan kartu debit, dan pembaruan Customer Information File (CIF) dalam waktu sekitar lima menit. Hingga 30 Juni 2026, CIMB Niaga mengoperasikan 38 Digital Branch dan 28 Digital Hub di berbagai wilayah Indonesia.

Meningkatnya minat nasabah terhadap solusi pengelolaan kekayaan juga tercermin dari pertumbuhan transaksi investasi melalui OCTO. Pada semester I 2026, transaksi reksa dana meningkat 48% Y-o-Y, sementara transaksi obligasi naik 112% Y-o-Y.

Baca Juga: CIMB Niaga Syariah Dukung Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah di UNIDA Gontor

Baca Juga: OJK Resmi Bubarkan Dana Pensiun Bank CIMB Niaga

Selain memenuhi kebutuhan perbankan sehari-hari, CIMB Niaga terus memperluas peran OCTO agar semakin relevan bagi berbagai segmen nasabah. Melalui kampanye “OCTO untuk Keluarga Indonesia” yang baru diluncurkan, Bank mengajak keluarga Indonesia membangun kebiasaan keuangan yang lebih sehat melalui jurus O-C-T-O, yang mencakup Olah Dana untuk mendorong pengelolaan keuangan yang lebih disiplin, Capai Mimpi untuk membantu mewujudkan tujuan keuangan secara bertahap, Tangkis Risiko untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga, serta Optimalkan Keseruan agar keluarga dapat menikmati berbagai momen berharga dengan lebih tenang dan nyaman.

Adopsi berbagai solusi digital tersebut terus menunjukkan tren yang positif. Pada semester I 2026, transaksi QRIS di OCTO meningkat 65% Y-o-Y, sementara pembukaan rekening pertama melalui OCTO tumbuh 89% YoY. Pencapaian ini mencerminkan semakin tingginya preferensi nasabah terhadap layanan perbankan digital yang praktis, mudah, dan terintegrasi. Hal tersebut sekaligus mempertegas komitmen CIMB Niaga untuk terus menghadirkan inovasi serta pengalaman perbankan yang berfokus pada kebutuhan nasabah.

Seiring dengan bertumbuhnya segmen affluent di Indonesia, kebutuhan nasabah high-net-worth semakin kompleks, mulai dari akumulasi kekayaan, diversifikasi portofolio, perlindungan aset, hingga perencanaan warisan bagi generasi berikutnya. Menjawab kebutuhan tersebut, CIMB Niaga meluncurkan CIMB Private Wealth pada awal tahun ini sebagai layanan pengelolaan kekayaan yang lebih personal, komprehensif, dan terintegrasi untuk membantu nasabah membangun, menjaga, dan mengembangkan kekayaan lintas generasi.

Ditujukan bagi individu dengan total dana kelolaan mulai dari Rp5 miliar, CIMB Private Wealth menawarkan solusi pengelolaan kekayaan yang terintegrasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah. Melalui layanan ini, nasabah memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai peluang investasi dan keahlian finansial di tingkat regional maupun internasional. Seluruh proposisi CIMB Private Wealth berfokus pada tiga pilar utama, yaitu True Experiences, True Value, dan True Access.

“Melalui peluncuran CIMB Private Wealth, kami berkomitmen mendampingi nasabah dalam setiap tahap perjalanan pengelolaan kekayaannya. Dengan dukungan solusi yang komprehensif, layanan konsultasi yang personal, serta akses ke kapabilitas regional CIMB Group, kami ingin menjadi mitra tepercaya dalam membantu nasabah menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan kepada generasi berikutnya. Hal ini sejalan dengan purpose kami untuk Advancing Customers & Society,” sebut Lani.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Bongkar Judi Online Internasional Modus Pulsa, Nilai Transaksi Capai Rp890 Miliar
• 4 jam lalu
0
thumb
Prabowo Minta Semua Sekolah Rusak Harus Sudah Direnovasi pada 2029
• 10 jam lalu
0
thumb
Dari Kain Perca Sampai Kardus, Barang-barang Sisa Ini Bisa Jadi Ladang Bisnis Kreatif yang Menghasilkan
• 22 menit lalu
0
thumb
Digitalisasi PKH Capai 153 Kabupaten/Kota, Prabowo Targetkan 49 Juta Keluarga
• 52 menit lalu
0
thumb
JKN Indonesia Disebut Salah Satu Sistem Jaminan Kesehatan Terbesar di Dunia
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.