Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan peringatan tsunami setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berakhir.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap menjauhi kawasan pantai hingga ada informasi lebih lanjut dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Advertisement
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Berton Suar Pelita Panjaitan mengatakan prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan bahaya ikutan.
"Prioritas saat ini pastikan keselamatan masyarakat, mencegah dampak tambahan gempa, tsunami dan gempa susulan serta bahaya ikutan," kata Berton.
Menurut Berton, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terburu-buru kembali ke kawasan pantai meski peringatan tsunami telah dinyatakan berakhir.
"Peringatan tsunami sudah di akhir, kami tetap imbau masyarakat jauhi pantai hingga benar-benar ada peringatan lain dari BMKG," ujarnya.
Selain menjauhi pantai, BNPB juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memasuki bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa, terutama bangunan yang sudah mengalami keretakan.
"Jangan dulu memasuki gedung, terutama gedung yang sudah retak karena bahaya kalau ada gempa susulan," kata Berton.
BNPB saat ini juga melakukan pendataan dan survei terhadap wilayah yang terdampak gempa. Data mengenai jumlah korban, kerusakan rumah maupun bangunan lainnya masih terus dihimpun dari lapangan.
"Saat ini jumlah korban, kerusakan dan gedung-gedung lain kami sampaikan begitu dapat informasi dari bawah," ujarnya.
Berton juga menegaskan bahwa dirinya bukan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.





Komentar (0)