Kuala Lumpur (ANTARA) - Kekuatan teknologi dan industri China, ditambah dengan kemampuannya untuk mendukung pengembangan keterampilan dan peningkatan skala industri, merupakan faktor penting bagi kerja sama bilateral dengan Malaysia di bidang pengolahan sumber daya dan manufaktur bernilai tinggi, menurut seorang pakar Malaysia.
Syed Muhammad Ibad, seorang ahli geosains dan geologi lingkungan di Universitas Kebangsaan Malaysia, mengatakan kepada Xinhua dalam wawancara baru-baru ini bahwa Malaysia berada dalam posisi yang baik untuk memperluas industri pengolahan sumber dayanya. Kekayaan sumber daya alamnya menjadi landasan yang kokoh untuk memperluas aktivitas pengolahan dan semakin bergerak naik dalam rantai nilai industri.
"Keunggulan China terletak pada penelitian dan pengembangan selama puluhan tahun, institut penelitian khusus, serta universitas yang secara langsung menyalurkan para insinyur terlatih ke industri, terus meningkatkan efisiensi dan daya saing biaya," ujarnya.
Peluang untuk kerja sama Malaysia-China yang lebih mendalam terletak pada kekuatan komplementer kedua negara, terutama dalam pengolahan sumber daya, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas industri, dan pengembangan sumber daya manusia, kata Syed Muhammad.
Kerja sama itu dapat membantu menggabungkan keahlian teknologi dengan keunggulan sumber daya dan industri serta mempercepat pengembangan sektor pengolahannya, tambahnya.
Dia juga mengidentifikasi pengembangan sumber daya manusia sebagai bidang kerja sama penting lainnya, sembari menyoroti ekosistem universitas dan institut penelitian khusus yang mapan di China, yang menyediakan lulusan terampil untuk memenuhi kebutuhan industri-industri terkait.
Syed Muhammad Ibad, seorang ahli geosains dan geologi lingkungan di Universitas Kebangsaan Malaysia, mengatakan kepada Xinhua dalam wawancara baru-baru ini bahwa Malaysia berada dalam posisi yang baik untuk memperluas industri pengolahan sumber dayanya. Kekayaan sumber daya alamnya menjadi landasan yang kokoh untuk memperluas aktivitas pengolahan dan semakin bergerak naik dalam rantai nilai industri.
"Keunggulan China terletak pada penelitian dan pengembangan selama puluhan tahun, institut penelitian khusus, serta universitas yang secara langsung menyalurkan para insinyur terlatih ke industri, terus meningkatkan efisiensi dan daya saing biaya," ujarnya.
Peluang untuk kerja sama Malaysia-China yang lebih mendalam terletak pada kekuatan komplementer kedua negara, terutama dalam pengolahan sumber daya, pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas industri, dan pengembangan sumber daya manusia, kata Syed Muhammad.
Kerja sama itu dapat membantu menggabungkan keahlian teknologi dengan keunggulan sumber daya dan industri serta mempercepat pengembangan sektor pengolahannya, tambahnya.
Dia juga mengidentifikasi pengembangan sumber daya manusia sebagai bidang kerja sama penting lainnya, sembari menyoroti ekosistem universitas dan institut penelitian khusus yang mapan di China, yang menyediakan lulusan terampil untuk memenuhi kebutuhan industri-industri terkait.






Komentar (0)