Iran Klaim Kendalikan Selat Hormuz, Kapal Komersial Tak Bisa Melintas Tanpa Izin

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komando militer utama Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menyatakan kapal komersial dan tanker minyak tidak dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman tanpa izin serta pengawasan dari angkatan bersenjata Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis 13 Agustus 2026 melalui sebuah pesan video yang disiarkan media Iran.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menghijau saat Wall Street & Bursa Asia Tertekan Harga Minyak Imbas Konflik Iran-AS
Trump Dikawal Ketat Avenger saat Main Golf di New Jersey

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan Iran tetap memiliki kendali penuh atas jalur strategis tersebut.

Menurut Zolfaghari, kondisi Selat Hormuz saat ini tidak berbeda dengan sebelumnya, ketika Iran disebut memiliki kendali dan pengelolaan penuh atas kawasan tersebut.

Ia sekaligus membantah pernyataan Amerika Serikat (AS) mengenai pelayaran normal kapal-kapal di Selat Hormuz. Klaim Washington itu disebutnya tidak benar dan hanya merupakan kebohongan.

Zolfaghari menilai pernyataan AS tersebut menunjukkan kondisi militer Amerika yang disebutnya semakin terdesak dan tidak berdaya.

Ia mengatakan para pemimpin dan militer AS telah benar-benar merasakan kemampuan serta ketahanan angkatan bersenjata Iran.

Selain itu, Zolfaghari menegaskan militer Iran terus memantau seluruh aktivitas AS dan Israel di kawasan tersebut.

Iran, kata dia, tidak akan ragu mengambil tindakan untuk melindungi hak rakyatnya, mempertahankan kedaulatan nasional, serta menjaga aspirasi negara.

Ia juga memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan memberikan respons terhadap setiap ancaman yang muncul.

Pernyataan Iran tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa negaranya memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz.

Klaim tersebut kemudian mendapat bantahan dari pihak militer Iran.

Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut meningkat setelah Iran memperketat pengawasan pada 28 Februari.

Saat itu, Iran melarang kapal-kapal yang dimiliki atau memiliki afiliasi dengan Israel dan AS untuk melintas secara aman di Selat Hormuz.

Kebijakan tersebut diberlakukan setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap wilayah Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi lalu lintas energi global. Pernyataan terbaru dari kedua negara menunjukkan ketegangan terkait akses pelayaran di kawasan tersebut masih berlangsung. (ant)
 

Baca Juga :
Cerita Trump Diam-diam Pindah dari Air Force One ke Pesawat Lain Pakai Truk Katering Bandara di Turki
Bak Sahabat Sejati, Trump Pasang Badan Bela Presiden FIFA dari Ancaman Boikot Piala Dunia
IHSG Sempat Hijau saat Pembukaan, Kok Siang Ini Malah Anjlok? Ini Biang Keroknya

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Anggaran MBG 2027 Rp 240 Triliun, Bidik 70 Juta Penerima
• 10 jam lalu
0
thumb
Prabowo Targetkan Renovasi Seluruh Sekolah Rampung 2029, Sekolah Negeri Gratis
• 16 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo Balas Tantangan Jokowi soal Sidang Ijazah: Orang Itu Tidak Mengerti Hukum!
• 18 jam lalu
0
thumb
Perputaran Uang di Tengah Booming AI
• 1 jam lalu
0
thumb
Prabowo Siap Berikan Insentif untuk 1 Juta Motor Listrik Produksi Dalam Negeri
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.