Emiten Bioskop XXI (CNMA) Serap Seluruh Hasil IPO Rp 2,17 T, Ini Perinciannya

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) telah merealisasikan seluruh dana bersih hasil penawaran umum perdana saham atau IPO yang digelar pada 2023 lalu. Berdasarkan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum yang disampaikan perseroan pada Jumat (14/8), dana bersih yang diperoleh emiten jaringan bioskop XXI itu mencapai Rp 2,17 triliun dan seluruhnya telah digunakan sesuai dengan rencana dalam prospektus.

Dalam aksi korporasi tersebut, CNMA meraup dana hasil penawaran umum sebesar Rp 2,25 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp 77,77 miliar, perseroan mencatatkan hasil bersih IPO sebesar Rp 2,172 triliun. Dari jumlah tersebut, tidak terdapat lagi sisa dana yang belum direalisasikan.

Sesuai prospektus, dana hasil IPO CNMA pada awalnya dialokasikan untuk tiga kebutuhan utama, yakni ekspansi, pembayaran sisa pokok utang, dan modal kerja. Untuk ekspansi, perseroan merencanakan penggunaan dana sebesar Rp 1,41 triliun atau 65% dari hasil bersih IPO. Sementara itu, Rp 434,54 miliar atau 20% dialokasikan untuk pembayaran sisa pokok utang dan Rp 325,90 miliar atau 15% untuk modal kerja.

Namun, dalam realisasinya terdapat perubahan komposisi penggunaan dana. CNMA mencatatkan realisasi untuk ekspansi sebesar Rp 1,35 triliun atau sekitar 62% dari hasil bersih IPO. "Kemudian, dana yang digunakan untuk pembayaran sisa pokok utang mencapai Rp 500 miliar atau 23%, sedangkan penggunaan untuk modal kerja tercatat Rp 320 miliar atau 15%," ungkap Head of Corporate Legal CNMA, Indah Tri Wahyuni, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/8).

Dengan demikian, realisasi penggunaan dana untuk ekspansi lebih rendah sekitar Rp 59,56 miliar dibandingkan rencana awal. Sebaliknya, alokasi untuk pembayaran sisa pokok utang lebih tinggi sekitar Rp 65,46 miliar dari rencana dalam prospektus. Adapun realisasi dana untuk modal kerja relatif mendekati rencana awal, dengan selisih sekitar Rp 5,9 miliar.

Sementara itu, dari total dana hasil IPO sebesar Rp 2,25 triliun, CNMA mencatat biaya penawaran umum sekitar Rp 77,77 miliar. Perinciannya, biaya tersebut terdiri atas underwriting fee Rp 3,54 miliar, management fee Rp 28,29 miliar, selling fee Rp 3,54 miliar, biaya profesi penunjang pasar modal Rp 26,03 miliar, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp 66,7 juta, serta biaya lain yang dapat diatribusikan langsung sebagai biaya emisi sebesar Rp 16,32 miliar.

Laporan CNMA juga menunjukkan bahwa perseroan sebelumnya mencatatkan sisa dana hasil IPO yang ditempatkan pada giro pihak ketiga di PT Bank DBS Indonesia dengan tingkat bunga 6,5%. Dalam laporan terbaru, saldo sisa dana tersebut telah tercatat nihil. Dengan kata lain, setelah terealisasinya seluruh dana bersih IPO, CNMA kini tidak lagi memiliki saldo dana hasil IPO yang belum digunakan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo: 290 BUMN Tak Produktif Sudah Ditutup, Target Maksimal 300 BUMN Produktif
• 5 jam lalu
0
thumb
Andi Iwan Aras Angkat Bicara, Proyek Pengendalian Banjir Walanae-Cenranae Rp14,9 Miliar, Diminta Diawasi Ketat
• 3 jam lalu
0
thumb
Said Abdullah Dorong Reformasi Subsidi dan Kurangi Ketergantungan Anggaran MBG
• 9 jam lalu
0
thumb
Purbaya: Penerimaan Bea Keluar Emas Hampir Nol, Penyelundupan Masih Marak
• 15 jam lalu
0
thumb
BPR KS Carnival 2026: Menumbuhkan Semangat Kemerdekaan di Tengah Masyarakat
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.