REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Jajaran Polrestabes Bandung diterjunkan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau di wilayah Bandung Raya dan Jawa Barat. Mereka bekerja sama dengan TNI, BPBD, Basarnas dan elemen lainnya.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya sekadar bencana alam biasa. Akan tetapi, ancaman nyata yang dapat melumpuhkan ekosistem hingga perekonomian masyarakat.
Baca Juga
Warga Resah dan Takut Kejahatan di Jabar Meningkat, Kapolda Intruksikan Tingkatkan Patroli
Iwan Koswara Siap Kawal Arah Pembangunan Jabar Selaras Kebijakan Nasional
Pemprov Jabar dan Sejumlah Pihak Distribusikan 8,7 Juta Liter Air Selama Musim Kemarau
"Memasuki awal musim kemarau, potensi terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jawa Barat mengalami peningkatan yang cukup signifikan," ucap dia saat apel gelar pasukan karhutla di Mapolrestabes Bandung belum lama ini.
Ia mengatakan karhutla menjadi ancaman nyata bagi ekosistem, perekonomian, kesehatan, serta kelangsungan hidup generasi mendatang. Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai langkah krusial untuk mengecek kesiapan personel serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di lapangan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dedi mengatakan seluruh instansi terkait harus berada dalam kondisi siap siaga dan padu demi menanggulangi potensi bencana sejak dini. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Penanganan karhutla, kata Dedi, tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Akan tetapi melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Komentar (0)