Polisi Tetapkan Debt Collector Pembacok Petugas Valet di Surabaya Jadi Tersangka

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Laurens Lekatompessy alias Pace, debt collector yang diduga membacok petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, ditetapkan sebagai tersangka. Laurens sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan menyerahkan diri pada Minggu (9/8).

“Langkah-langkah Satreskrim melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memenuhi konstruksi perkara. Di mana telah terpenuhi dua alat bukti untuk menetapkan saudara LL, umur 24 tahun, sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP David Manurung kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).

David menyampaikan, Laurens berperan turut melakukan pembacokan terhadap korban yang mengakibatkan dua petugas valet terluka.

“Peran tersangka, dia ikut melakukan pembacokan kepada korban pada saat kejadian tersebut,” ucapnya.

Polisi juga masih mencari barang bukti senjata tajam yang digunakan dalam aksi pembacokan tersebut.

Menurut keterangan tersangka, senjata tajam yang digunakannya telah dibuang ke sungai di Surabaya. Selain itu, pakaian yang dikenakan tersangka saat melakukan aksi tersebut juga belum ditemukan.

“Ada dua senjata tajam yang masih dilakukan pencarian barang bukti, yang menurut keterangan tersangka dibuang di Sungai Gunungsari dan Sungai Genteng Kali,” ujarnya.

“Dan kita lakukan daftar pencarian barang bukti. Yang belum ditemukan itu pakaian yang digunakan pada saat melakukan tindak pidana tersebut,” tambahnya.

Atas perbuatannya, Laurens dijerat Pasal 262 KUHP Nomor 1 Tahun 2023 tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang maupun barang, dengan ancaman hukuman penjara 7 hingga 9 tahun.

Sebelumnya diberitakan, seorang debt collector berinisial SL yang terlibat dalam pembacokan petugas valet telah menyerahkan diri pada Minggu (26/7).

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat SL mengetahui sebuah mobil Suzuki Karimun Wagon R GL MT bernomor polisi W 1508 AW berada di area parkir tempat hiburan malam di Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (25/7) sekitar pukul 03.15 WIB.

SL berniat menarik kendaraan tersebut karena menunggak angsuran di salah satu bank swasta.

“Tersangka mengajak teman tersangka, saudara P, saudara J, dan saudara M, kemudian menanyakan kepada sekuriti yang kemudian dijawab mobil tersebut dibawa oleh seorang laki-laki dan perempuan yang merupakan tim DJ H.C.I,” kata Hadi.

SL kemudian menyampaikan bahwa kendaraan tersebut memiliki tunggakan angsuran. Namun, pihak yang menguasai mobil menolak menyerahkannya sehingga terjadi adu mulut.

“Sehingga terjadi cekcok mulut dan selanjutnya empat orang tukang parkir mendekati tersangka dan cekcok mulut berubah menjadi saling pukul antara tersangka dan tukang parkir,” ujar Hadi.

Merasa kalah jumlah, SL bersama rekan-rekannya kemudian mundur. Saat itu, SL sempat merekam perkelahian dan mengirimkan rekaman tersebut kepada rekan-rekannya.

Sekitar 20 menit kemudian, sejumlah rekan SL datang ke lokasi. Mereka berusaha masuk ke tempat hiburan malam, tetapi dihalangi petugas keamanan.

“Karena dilarang, tersangka dan teman-temannya menyisir area parkir. Teman tersangka kemudian menemukan orang yang bersembunyi di dalam TGC dan memastikan bahwa yang bersembunyi adalah orang yang dicari oleh tersangka,” kata Hadi.

Setelah itu, SL dan rekan-rekannya mengambil parang yang telah disiapkan di bagasi mobil. Senjata tersebut kemudian digunakan untuk menyerang petugas valet hingga mengalami luka sebelum para pelaku melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka, yakni dua petugas valet dan seorang dari pihak pelaku. Korban dari pihak pelaku terluka akibat terkena senjata tajam yang dibawa SL.

“Untuk sajam, selesai kejadian dibuang, begitu juga baju kaus warna merah yang dikenakan tersangka dibuang di Sungai Gunungsari,” ujar Hadi.

Pasca-insiden tersebut, massa sempat menggeruduk markas debt collector di Jalan Teuku Umar pada Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari. Namun, aksi tersebut berhasil dicegah oleh personel Polrestabes Surabaya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Curhatan DJ Jadi Korban Kekerasan di SCBD, Ini Kata Polisi
• 8 jam lalu
0
thumb
Cerita Perubahan dari Berbagai Daerah, Program TJSL PLN Hadirkan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan
• 14 jam lalu
0
thumb
Jalankan 121 Kebijakan Transformatif, Prabowo Tunjukkan Negara Hadir
• 3 jam lalu
0
thumb
Puan Ungkap Perkembangan RUU Perampasan Aset, Masih di Tahap Ini
• 8 jam lalu
0
thumb
Prabowo Targetkan Renovasi Seluruh Sekolah Rampung pada 2029
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.