JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan kekurangan dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis.
"Kita masih butuh tambahan 84.781 dokter umum di 474 Kabupaten/Kota. Kemudian 127.580 dokter gigi di 505 Kabupaten/Kota, 481 kabupaten kota butuh tambahan 55.712 dokter spesialis," ucap Prabowo dalam Sidang RUU APBN 2027, Jumat (14/8/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan itu, Prabowo mengatakan, pemerintah telah membuka sembilan fakultas baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis selama 21 bulan terakhir.
Pemerintah juga berencana mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik dalam waktu tertentu.
Baca juga: Prabowo Bertekad Jadi Presiden yang Mulai Proyek Giant Sea Wall Pantura Jawa
"Ini kita akan upayakan lebih banyak lagi. Bila perlu kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas," ucapnya.
Prabowo menuturkan, rakyat berharap pelayanan kesehatan secepat mungkin sehingga pemerintah tidak boleh berpikir normatif.
"Kita harus berani berpikir inovatif. Karena kalau kita menunggu lulusnya 127.000 dokter gigi, mungkin kita harus nunggu empat presiden sesudah saya," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah (RSUD).
Kepala negara bahkan menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit yang canggih untuk mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Baca juga: Prabowo Usul Beri Dwi Kewarganegaraan untuk Talenta Terbaik
"Kita akan membangun dan merevitalisasi 441 rumah sakit umum daerah. Setiap dari 514 kabupaten dan kota kita harus memiliki rumah sakit yang canggih, yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, pemerintah telah memulai langkah tersebut dengan membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari 66 rumah sakit tersebut, lanjut Prabowo, sebanyak 22 rumah sakit sudah beroperasi.
"Kita telah membawa alat pemeriksa jantung, CT scan, mamografi, USG, dan layanan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke tempat-tempat yang sangat jauh," kata Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa rencana-rencana tersebut disiapkan karena pemerintah ingin mengatasi persoalan jarak masyarakat dengan fasilitas kesehatan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)