Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso mengatakan bahwa pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat, membuktikan kerja positif pemerintah selama 21 bulan terakhir.
Menurut dia, paparan Presiden secara keseluruhan menggambarkan enam garis besar kinerja pemerintah yang dinilai menjadi fondasi pembangunan nasional.
Enam fondasi itu, yakni perekonomian, pangan, kekayaan negara, hilirisasi, ekonomi rakyat, hingga program pembangunan manusia.
"Paparan Presiden menunjukkan dengan nyata kinerja pemerintahan," kata Sugiat di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pidato Presiden soal perekonomian Indonesia tetap tumbuh di atas 5 persen, turut didukung oleh data tingginya investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat kemandirian nasional melalui program swasembada pangan serta implementasi B50.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mengatakan bahwa pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengelolaan kekayaan negara juga menjadi bagian dari kinerja pemerintahan.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus penerimaan negara.
Pemerintah, kata dia, juga mempercepat program hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Di sisi lain, penguatan ekonomi rakyat dan desa juga dilakukan melalui pengembangan koperasi, kampung nelayan, serta pembangunan infrastruktur dasar.
Selain itu, menurut dia, pembangunan manusia juga diperluas melalui sejumlah program, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi pendidikan, layanan kesehatan gratis, bantuan sosial digital, hingga penyediaan perumahan.
Untuk itu, dia menambahkan capaian berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat sektor sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan dalam waktu 21 bulan pemerintah bekerja, ada sebanyak 121 kebijakan-kebijakan transformatif yang telah dijalankan di berbagai sektor untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa, terutama yang selama puluhan tahun mangkrak atau sulit diselesaikan.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Presiden kemudian melanjutkan jajaran pembantunya di kabinet, yang membantunya di pemerintahan, bekerja keras, sampai beberapa di antara mereka ada yang jatuh sakit, dirawat di rumah sakit, dan menjalani operasi.
"Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin," ujar Presiden.
Baca juga: PDIP: Pidato Kenegaraan Prabowo bagus dan dampak perlu dievaluasi
Baca juga: Utut: Pidato Prabowo tunjukkan semangat, tapi tantangan masih panjang
Baca juga: Komisi VI DPR RI apresiasi pidato Presiden terkait capaian Danantara
Menurut dia, paparan Presiden secara keseluruhan menggambarkan enam garis besar kinerja pemerintah yang dinilai menjadi fondasi pembangunan nasional.
Enam fondasi itu, yakni perekonomian, pangan, kekayaan negara, hilirisasi, ekonomi rakyat, hingga program pembangunan manusia.
"Paparan Presiden menunjukkan dengan nyata kinerja pemerintahan," kata Sugiat di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pidato Presiden soal perekonomian Indonesia tetap tumbuh di atas 5 persen, turut didukung oleh data tingginya investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat kemandirian nasional melalui program swasembada pangan serta implementasi B50.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu mengatakan bahwa pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pengelolaan kekayaan negara juga menjadi bagian dari kinerja pemerintahan.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus penerimaan negara.
Pemerintah, kata dia, juga mempercepat program hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Di sisi lain, penguatan ekonomi rakyat dan desa juga dilakukan melalui pengembangan koperasi, kampung nelayan, serta pembangunan infrastruktur dasar.
Selain itu, menurut dia, pembangunan manusia juga diperluas melalui sejumlah program, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi pendidikan, layanan kesehatan gratis, bantuan sosial digital, hingga penyediaan perumahan.
Untuk itu, dia menambahkan capaian berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pemerintahan Prabowo tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat sektor sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan dalam waktu 21 bulan pemerintah bekerja, ada sebanyak 121 kebijakan-kebijakan transformatif yang telah dijalankan di berbagai sektor untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa, terutama yang selama puluhan tahun mangkrak atau sulit diselesaikan.
"Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh-puluh tahun tidak bisa kita selesaikan. Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat.
Presiden kemudian melanjutkan jajaran pembantunya di kabinet, yang membantunya di pemerintahan, bekerja keras, sampai beberapa di antara mereka ada yang jatuh sakit, dirawat di rumah sakit, dan menjalani operasi.
"Demikian bukti kesungguhan dari pemerintah yang saya pimpin," ujar Presiden.
Baca juga: PDIP: Pidato Kenegaraan Prabowo bagus dan dampak perlu dievaluasi
Baca juga: Utut: Pidato Prabowo tunjukkan semangat, tapi tantangan masih panjang
Baca juga: Komisi VI DPR RI apresiasi pidato Presiden terkait capaian Danantara






Komentar (0)