Tertawa Saat Lomba 17 Agustus, Warga Binaan Lapas Cipinang Diam-diam Rindu Rumah

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Riuh perlombaan 17 Agustus di Lapas Kelas I Cipinang, Jakarta Timur, tak selalu menghadirkan kegembiraan bagi warga binaan.

Di tengah sorak-sorai perlombaan, sebagian dari mereka justru teringat rumah dan keluarga yang kini hanya bisa dirindukan dari balik tembok lapas.

Hal itu dirasakan AD (41), warga binaan yang telah menjalani masa tahanan sekitar satu tahun dua bulan. Tahun ini menjadi kali kedua bagi AD mengikuti perayaan Hari Kemerdekaan dari balik jeruji.

AD mengaku senang melihat suasana lapas yang berbeda dari hari-hari biasanya. Namun, kemeriahan tersebut justru membuat kerinduannya kepada keluarga semakin terasa.

Baca juga: “Dulu 17-an Cuma Libur, di Sini Baru Tahu Arti Kebebasan” Cerita Warga Binaan Lapas Cipinang

“Campur aduk ya (perasaannya), di satu sisi ramai karena ada lomba-lomba, tapi di sisi lain suasana ramainya itu justru bikin hati kerasa makin sepi kalau ingat rumah,” ujar AD kepada Kompas.com di Lapas Cipinang, Jumat (14/8/2026).

Sebelum berada di lapas, perayaan 17 Agustus bagi AD identik dengan kegiatan bersama keluarga. Ia biasa mengajak anak-anaknya mengikuti berbagai perlombaan hingga membelikan aksesori bernuansa merah putih.

Ia juga terbiasa mengabadikan momen ketika putra bungsunya mengikuti perlombaan di lingkungan tempat tinggal.

Saat ditanya mengenai perasaannya melihat bendera merah putih terpasang di berbagai sudut lapas, AD mengaku langsung teringat anaknya.

“Yang pertama kali melintas di pikiran saya cuma anak saya,” kata AD.

Baca juga: Kerupuk, Sedotan, dan Tawa dari Balik Jeruji Lapas Cipinang

Kerinduan terbesar AD tertuju kepada putra bungsunya yang selama ini biasa ia dampingi dalam berbagai kegiatan sederhana.

“Saya sangat merindukan putra saya yang paling kecil, kangen nemenin dia lomba, kangen aja gitu denger suaranya,” ucap AD.

Tetap Tertawa di Tengah Kerinduan

Meski diselimuti rasa rindu, AD tetap mengikuti perlombaan estafet tepung bersama warga binaan lainnya. Baginya, kegiatan tersebut menjadi cara untuk mengusir penat sekaligus menikmati kebersamaan.

Menurut AD, salah satu hal yang membuat perayaan tahun ini berkesan adalah suasana kebersamaan antarsesama warga binaan.

“Yang paling berkesan ya kebersamaannya, semua saling sorak tanpa membeda-bedakan,” tutur AD.

Namun, kemeriahan tersebut juga membuat AD kembali menyadari arti kebebasan yang sebelumnya ia anggap sebagai sesuatu yang biasa.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Di Balik Jeruji Lapas Cipinang, Warga Binaan Akhirnya Bisa Cek Kesehatan Gratis


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ahmad Muzani Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina Tak Pernah Bergeser
• 7 jam lalu
0
thumb
Insanul Fahmi Tegas Bantah Nafkah Mandek, Wardatina Mawa Doakan Mantan Suami: Semoga Rejekinya Lancar
• 7 jam lalu
0
thumb
Jelang Pidato Kenegaraan Prabowo, IHSG Dibuka Melemah 0,18% ke Level 6.290
• 15 jam lalu
0
thumb
Komisi X Dukung Usul Prabowo Beri Dwi Kewarganegaraan Buat Talenta Terbaik RI
• 3 jam lalu
0
thumb
Ketua MPR Ahmad Muzani Tegaskan Persatuan Sebagai Kekuatan Utama Bangsa
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.