Dilapor ke Polisi Diduga Pukul Siswa, Guru UPT SDN 14 Tamalatea Bantah Lakukan Kekerasan

terkini.id
3 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Jeneponto – Seorang guru UPT SDN 14 Tamalatea dilaporkan ke polisi atas dugaan pemukulan terhadap siswa kelas 5B. Guru yang dilaporkan tersebut membantah tudingan telah melakukan kekerasan terhadap siswa.

Guru tersebut bernama Hj. Nursiah Sinrang, S.Pd, yang merupakan wali kelas 5A UPT SDN 14 Tamalatea.

“Nama saya Ibu Hj Nursiah Sinrang, S.Pd wali kelas 5A UPT SDN 14 Tamalatea,” jelasnya saat memberikan klarifikasi.

Hj Nursiah Sinrang mengungkapkan kronologi peristiwa yang terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026 lalu.

Menurutnya, kejadian bermula pada jam pelajaran terakhir. Saat itu ia menyuruh murid-muridnya membersihkan kelas untuk yang bertugas keesokan harinya.

“Hari Senin (10 Agustus 2026) bermula saat jam terakhir, saya menyuruh anak-anak saya membersihkan kelas yang akan bertugas untuk besoknya begitu, saya jalan ke pintu keluar di kelas. Saya bilang sama anak-anak, ini harus dibersihkan,” ujar Hj Nursiah.

Ia tidak menyadari ada seorang siswa yang berada di belakangnya dan menirukan ucapannya sambil mengeluarkan lidahnya..dia tahu setelah Siswa-siswa di kelasnya memberitahukannya.

“Ternyata Arfan (Affan) ada dibelakang saya, anak-anak yang melihat. Anak-anak bilang sama saya setiap kita ngomong na bello-bellokiki (ejek-ejek),” katanya.

Setelah bertanya kepada muridnya, ia mengetahui siswa tersebut bernama Affan (panggilannya) dari kelas 5B. Karena merasa sebagai guru di sekolah tersebut, ia kemudian meminta muridnya untuk memanggil Affan.

“Jadi saya tanya Affan siapa, anak-anak bilang kelas 5B. Saya ini wali kelas 5A. Jadi saya suruh panggil. Pada waktu itu berhasil dipanggil sama anak-anak saya, saya suruh masuk di kelas,” jelasnya.

Hj Nursiah menyebut, ia tidak melakukan pemukulan, melainkan hanya memberikan nasihat kepada Affan di dalam kelas.

“Saya duduk di meja saya, saya kasih tau nak kita bellok-belloki ibu guru nak, Affan langsung minta maaf, ‘minta maafka bu’. Saya bilang sama dia Saya juga itu nak gurumu, biar siapa di sini nak guruta itu semua di UPT SDN 14 Tamalatea,” tuturnya.

Ia mengaku hanya menyentuh pipi siswa tersebut sambil menasihati agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Saya sapumi pipinya sambil saya bilang janganki lagi begitu nak, dia bilang iya bu, minta maafka,” pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan Oknum guru di UPT SDN 14 Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga menganiaya siswanya hingga mengalami demam dan sakit pada leher saat menelan makanan atau minuman.

Peristiwa dugaan kekerasan tersebut terjadi pada Senin, 10 Agustus 2026. Korban adalah siswa kelas V berinisial A.

Kasus ini telah dilaporkan ke pihak Kepolisian oleh orang tua korban.

Orang tua korban, Hj Rahmawati, mengatakan awalnya ia tidak mengetahui penyebab anaknya demam sepulang sekolah pada hari Senin tersebut.

“Hari senin itu, pas pulang sekolah anak saya demam. Demamnya itu sampai tinggi sekali. Jadi saya tanya, kenapa?, dia  bilang tidak, ji, Mak. Ini anak takut. Takut karena saya pernah menegaskan, Nak, kalau ada masalah di luar, selesaikan di luar. Kita laki-laki. Kemudian besoknya pagi-pagi saya kasi bangun, tapi demamnya malah tambah tinggi, malah dia bilang, Mak bisa tidak saya pindah sekolah. Saya tanya kenapa nak? Kenapa harus pindah sekolah?,” ungkap Hj Rahmawati.

Menurut Hj Rahmawati, anaknya sempat ingin mengadu namun urung dilakukan.

“Anak saya sempat mau mengadu tapi saya langsung mengatakan kalau guru marah, pasti kamu nakal. Jadi tidak jadi mengadu ke saya,” ujarnya.

Hj Rahmawati baru mengetahui dugaan pemukulan yang dialami putranya setelah mendapat informasi dari orang tua siswa lain.

“Jadi saya tahu setelah ibu teman anakku mendatangi saya di tempat jualan. Datanglah seorang ibu bersama anaknya, anaknya juga tidak mau pergi sekolah. Dibilanglah sama saya, kalau kesekolah panggilka, Jadi aku bilang, apa aku cari?, dia bilang tidak dikasih tahu ki anakta? Apa itu?, waktu hari Senin dipukul sama gurunya? Anakku juga kena ancaman, sampai anakku juga tidak mau pergi sekolah,” ungkapnya.

Ia mengaku mendapat informasi dari berbagai sumber, termasuk dari orang tua siswa lain yang anaknya juga tidak berani ke sekolah karena diduga mendapat ancaman dari guru yang sama, serta dari pengakuan teman-teman korban.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak UPT SDN 14 Tamalatea maupun pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sekolah rakyat perluas akses pendidikan berkualitas di Lampung Timur
• 16 jam lalu
0
thumb
Dilapor ke Polisi Diduga Pukul Siswa, Guru UPT SDN 14 Tamalatea Bantah Lakukan Kekerasan
• 3 jam lalu
0
thumb
Potret Siaga Perang Baru di Asia, Militer Terjun ke Pusat Kota
• 19 jam lalu
0
thumb
15 Ucapan Hari Pramuka ke-65 yang Cocok untuk Caption Status WhatsApp
• 17 jam lalu
0
thumb
KUR Perumahan Naik Jadi Rp 50 Triliun, Menteri Ara Ungkap Alasannya
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.