Iran Mampu Perang Jangka Panjang dengan AS, Sampai Masa Jabatan Trump Selesai

okezone.com
11 jam lalu
Cover Berita

TEHERAN - Seorang jenderal senior Iran menyatakan bahwa negara itu mampu bertahan dalam konflik bersenjata berkepanjangan melawan Amerika Serikat (AS), bahkan jika konflik tersebut berlangsung hingga akhir masa jabatan Donald Trump.

Dalam sebuah wawancara dengan PBS pada Selasa (11/8/2026), Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengungkapkan keyakinannya akan kemampuan Teheran untuk mempertahankan konfrontasi jangka panjang dengan AS. Pernyataannya disampaikan di tengah laporan media mengenai tekanan terhadap stok amunisi AS dan menurunnya moral pasukan Amerika yang dikerahkan di Timur Tengah.

Tujuan Teheran adalah “mencapai daya tangkal agar musuh tidak pernah berani menyerang kita, sehingga kita bisa hidup dengan aman,” ujar Naqdi kepada penyiar AS tersebut saat ditanya apakah para komandan Iran berniat “memperpanjang” konflik hingga Trump tidak lagi menjabat.

Baca Juga :
Sumber Pakistan: Iran dan AS Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Selama 60 Hari

“Salah satu caranya adalah dengan memperpanjang perang ini hingga masa jabatan presiden berikutnya dan menyebabkan pengurasan kekuatan lawan, sehingga jika ada pihak lain yang ingin menyerang Iran, mereka akan menyadari adanya konsekuensi yang harus ditanggung,” ujarnya, sebagaimana dilansir RT.

Trump melancarkan kampanye pengeboman selama 40 hari terhadap Iran pada akhir Februari. Meskipun kehilangan sejumlah pejabat senior, pemerintah di Teheran tetap memegang kendali atas negara tersebut dan membalas dengan serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan itu, sembari memberikan tekanan ekonomi terhadap sekutu Washington dan pasar global.

Konflik ini semakin tidak populer di kalangan pemilih AS, sehingga menimbulkan kekhawatiran di antara anggota Partai Republik menjelang pemilihan umum sela bulan November.

Baca Juga :
Sebut Trump Telah Kalah, Senator AS Desak Kesepakatan Akhiri Perang Iran

Trump silih berganti melontarkan ancaman eskalasi militer lebih lanjut dan klaim bahwa Iran telah melemah hingga ke titik di mana mereka hampir menerima kesepakatan damai yang menguntungkan Washington. Pada Rabu (12/8/2026), ia mengklaim bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran—yang diberlakukan pada bulan April—telah banyak disebut sebagai “tembok baja” dan bahwa Teheran “tidak memiliki uang.”

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka 18 Agustus, Pemerintah Siapkan 4.770 Formasi untuk Calon ASN
• 2 jam lalu
0
thumb
Indrajaya Sambut Tiga Skema Pemerintah untuk Atasi Tunggakan Gaji PPPK di Daerah
• 16 jam lalu
0
thumb
6 Jalan di Sekitar DPR Diprediksi Padat Saat Pidato Kenegaraan
• 17 jam lalu
0
thumb
Contoh Teks Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 Singkat, Cocok untuk Acara di Sekolah hingga Umum
• 10 jam lalu
0
thumb
Menkum Respons Ucapan Prabowo soal Pengadilan Ad Hoc: Itu Warning
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.