Hingga saat ini, Danantara telah menutup 290 anak dan cucu perusahaan BUMN
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto akan menutup 750 anak dan cucu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak lagi produktif.
Saat Danantara Indonesia dibentuk, pemerintah menemukan 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Jumlah ini terlalu besar dan sebagian di antaranya tidak lagi memberikan produktivitas yang optimal.
"Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Hingga saat ini, Danantara telah menutup 290 anak dan cucu perusahaan BUMN. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 300 perusahaan pada akhir 2026.
Prabowo menargetkan total 750 anak dan cucu BUMN yang tidak produktif akan ditutup sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut.
Menurut Prabowo, perampingan struktur BUMN akan menjadi salah satu restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Selain menyederhanakan struktur perusahaan, langkah tersebut juga telah menghasilkan penghematan biaya overhead bagi negara.
Prabowo menyebut pemerintah saat ini telah menghemat sekitar Rp50 triliun dari proses perampingan BUMN.
"Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif," ujarnya.
Dana yang sebelumnya digunakan untuk membiayai struktur dan aktivitas yang tidak produktif tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan yang memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian.
"Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat," tutur Prabowo.
(DESI ANGRIANI)






Komentar (0)