Jakarta, tvOnenews.com - Kampung Bahari, kawasan permukiman di Tanjung Priok, Jakarta Utara kembali menggegerkan publik. Perhatian ini tak lepas setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara bersama polisi melakukan penggerebekan pada Kamis (13/8/2026).
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy hardy Siahaan mengungkapkan penggerebekan ini menyasar pada MR alias Bos Gendut, buron kasus narkoba dari Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Operasi penggerebekan hingga penangkapan Bos Gendut telah berlangsung pada Rabu (12/8/2026) malam. Petugas dari BNN dan tim gabungan sempat mendapat perlawanan keras dari warga dan beberapa loyalis gembong narkoba tersebut.
Perlawanan tersebut membuat satu anggota Polri mengalami luka di bagian bawah mata. Di sisi lain, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang, mulai dari narkoba, senjata tajam (sajam), senjata api (senpi), beberapa peluru tajam, telepon genggam (HP), kendaraan mewah, vespa, serta uang tunai senilai miliaran rupiah.
"Salah satu dari gembong narkoba tersebut merupakan buronan yang berkaitan dengan kasus narkoba pada 7 November 2025. Dia atas nama MR atau dikenal Bos Gendut," ujar Roy di Kantor BNN Jakarta Utara, Kamis, 13 Agustus 2026.
Di balik peristiwa penggerebekan ini, persoalan mengenai jejak sejarah panjang di Kampung Bahari telah melekat di tengah masyarakat Jakarta, khususnya Tanjung Priok.
Sejarah Kampung Bahari Jakarta Utara- tvOneNews
Berdasarkan dari berbagai sumber yang dihimpun tvOnenews.com, Kampung Bahari merupakan kawasan di Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Selain dikenal sebagai pemukiman padat terletak di sekitar jalur rel kereta api, Kampung Bahari juga sangat berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Priok. Posisinya dinilai sangat strategis sebagai lingkungan maritim hingga aktivitas ekonomi Jakarta Utara.
Beberapa dari kajian memberikan gambaran terkait perkembangan Kampung Bahari. Karena berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Priok, wilayah ini mempunyai hubungan erat dengan beragam aktivitas pekerja di pelabuhan, mulai dari nelayan, buruh angkut hingga kegiatan perdagangan.
Pertumbuhan permukiman di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok meningkat pesat seiring pembangunan dan perkembangan pelabuhan. Hal ini membuat banyak lapak perdagangan terus bermunculan di kawasan itu.





Komentar (0)