Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mengajak para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan 280 “Amerta Karsa” untuk tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga membawa misi kebudayaan Indonesia ketika menempuh pendidikan di dalam maupun luar negeri.
"Kita boleh belajar ke mana saja, berpendidikan setinggi tingginya,menjelajah dunia mana pun, di universitas terbaik mana pun, dan bekerja sama dengan siapa pun.Tetapi jangan pernah melupakan bahwa kita punya tanggung jawab kepada bangsa dan negara kita,” ujar Menbud dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan bahwa kesempatan belajar di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia harus diiringi tanggung jawab untuk kembali memberikan kontribusi bagi bangsa. Menurutnya, para awardee LPDP memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Baca juga: Komunitas tari UI bakal tampil di Festival du Sud di Prancis & Spanyol
Menbud menjelaskan, kebudayaan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal32 ayat (1) UUD 1945 dan telah dielaborasi melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Menbud mengingatkan bahwa kebudayaan tidak semata-mata berkaitan dengan seni dan musik, tetapi mencakup 10 objek pemajuan kebudayaan, termasuk bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar sekaligus peradaban yang panjang yang menjadi modal penting untuk memperkuat identitas nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di tengah pergaulan dunia.
Baca juga: Muhibah Angklung guncang Brisbane dengan bawa misi diplomasi budaya
Karena itu, Menbud mendorong para awardee untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat the power of culture, baik melalui diplomasi budaya, pengembangan ekonomi dan industri budaya, maupun penguatan harmoni sosial.
Ia menilai kebudayaan memiliki potensi besar sebagai kekuatan Indonesia di masa depan.
Pemerintah, kata dia, terus memperkuat ekosistem kebudayaan, termasuk melalui pengembangan film, musik, seni rupa, seni pertunjukan, dan sastra.
Baca juga: Tim Misi Budaya Labschool Cibubur raih juara internasional festival
Menbud juga menyinggung upaya pemerintah dalam melakukan repatriasi dan restitusi benda budaya sebagai bagian dari penguatan kedaulatan sejarah dan cultural and historical justice.
Menurutnya, berbagai kekayaan budaya tersebut perlu terus dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ia berharap para penerima beasiswa LPDP kelak menjadi pemimpin dan pengambil keputusan di bidang masing-masing yang tetap berakar pada jatidiri dan kebudayaan Indonesia.
“Kalau kita mimpi sendiri, itu hanya ilusi. Tetapi kalau kita mimpi bersama-sama, itu bisa menjadi fajar,” pungkas Menbud Fadli.
Baca juga: KRI Bima Suci hadir di Shanghai sebagai duta budaya dan wisata RI
Baca juga: Kemendikbudristek buka program Dukungan Perjalanan Interaksi Budaya
"Kita boleh belajar ke mana saja, berpendidikan setinggi tingginya,menjelajah dunia mana pun, di universitas terbaik mana pun, dan bekerja sama dengan siapa pun.Tetapi jangan pernah melupakan bahwa kita punya tanggung jawab kepada bangsa dan negara kita,” ujar Menbud dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan bahwa kesempatan belajar di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia harus diiringi tanggung jawab untuk kembali memberikan kontribusi bagi bangsa. Menurutnya, para awardee LPDP memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Baca juga: Komunitas tari UI bakal tampil di Festival du Sud di Prancis & Spanyol
Menbud menjelaskan, kebudayaan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal32 ayat (1) UUD 1945 dan telah dielaborasi melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Menbud mengingatkan bahwa kebudayaan tidak semata-mata berkaitan dengan seni dan musik, tetapi mencakup 10 objek pemajuan kebudayaan, termasuk bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar sekaligus peradaban yang panjang yang menjadi modal penting untuk memperkuat identitas nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di tengah pergaulan dunia.
Baca juga: Muhibah Angklung guncang Brisbane dengan bawa misi diplomasi budaya
Karena itu, Menbud mendorong para awardee untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat the power of culture, baik melalui diplomasi budaya, pengembangan ekonomi dan industri budaya, maupun penguatan harmoni sosial.
Ia menilai kebudayaan memiliki potensi besar sebagai kekuatan Indonesia di masa depan.
Pemerintah, kata dia, terus memperkuat ekosistem kebudayaan, termasuk melalui pengembangan film, musik, seni rupa, seni pertunjukan, dan sastra.
Baca juga: Tim Misi Budaya Labschool Cibubur raih juara internasional festival
Menbud juga menyinggung upaya pemerintah dalam melakukan repatriasi dan restitusi benda budaya sebagai bagian dari penguatan kedaulatan sejarah dan cultural and historical justice.
Menurutnya, berbagai kekayaan budaya tersebut perlu terus dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ia berharap para penerima beasiswa LPDP kelak menjadi pemimpin dan pengambil keputusan di bidang masing-masing yang tetap berakar pada jatidiri dan kebudayaan Indonesia.
“Kalau kita mimpi sendiri, itu hanya ilusi. Tetapi kalau kita mimpi bersama-sama, itu bisa menjadi fajar,” pungkas Menbud Fadli.
Baca juga: KRI Bima Suci hadir di Shanghai sebagai duta budaya dan wisata RI
Baca juga: Kemendikbudristek buka program Dukungan Perjalanan Interaksi Budaya






Komentar (0)