Dibuka Melemah, Pasar Cermati Rangkaian Pidato Tahunan Presiden Prabowo

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan Bersama MPR, DPR dan DPD RI, Jumat (14/8/2026) pagi, pasar sempat bereaksi negatif. Sepanjang pidato berlangsung, IHSG bergerak fluktuatif dan diakhiri menghijau pada perdagangan sesi I.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada posisi 6.296,69. Beberapa saat kemudian, setelah pasar dibuka, IHSG langsung anjlok ke angka 6.271. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG pun sempat bergerak naik dan turun hingga akhirnya ditutup pada level 6.337 pada akhir perdagangan sesi I.

Peneliti Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS) Deni Friawan mengatakan, anjloknya pasar setelah pembukaan kemungkinan telah mengantisipasi pidato tahunan Presiden Prabowo serta mengantisipasi kejutan yang biasanya muncul.

“Biasanya, ketika berpidato, Presiden mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dianggap pasar tidak tepat atau negatif terhadap perekonomian. Jadi, ekspektasi seperti itulah yang menggerakkan sentimen negatif tersebut,” tuturnya.

Baca JugaPrabowo Targetkan Ekonomi 2026 Tumbuh 6 Persen di Tengah Melebarnya Ketimpangan

Sementara itu, ekonom Mirae Asset Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai, ada fenomena lain yang menyebabkan anjloknya IHSG. Sebab, sehari sebelumnya, IHSG telah turun 1,13 persen. Faktor yang lebih dominan dalam penurunan itu adalah pengumuman rebalancing MSCI dan profit taking oleh sejumlah investor.

Meski demikian, investor memang disebutnya telah mengambil posisi lebih berhati-hati menjelang pidato kenegaraan dan nota keuangan RAPBN 2027 yang akan disampaikan Presiden sepanjang hari ini.

Pasar saat ini jauh lebih sensitif terhadap setiap komunikasi Presiden, terutama yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan pasar modal.

Rully mengatakan, pasar saat ini jauh lebih sensitif terhadap setiap komunikasi Presiden, terutama yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi, fiskal, investasi, dan pasar modal.

Isi pidato: swasembada pangan hingga koperasi

Menurut jadwal, pada pagi ini, Presiden menyampaikan pidato terkait pencapaian kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 kemerdekaan RI.

Sementara, pada siang ini, Presiden akan menyampaikan pidato pengantar terkait Rancangan Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangannya.

Dalam pidatonya di Sidang Tahunan Bersama DPR dan DPD RI, Jumat pagi, Presiden menyampaikan sejumlah capaian pemerintah. Salah satunya, capaian swasembada pangan yang dicapai pemerintah lebih cepat dalam satu tahun, kendati awalnya ditargetkan dicapai dalam empat tahun.

Presiden menyampaikan Indonesia sejauh ini sudah berhasil mencapai swasembada untuk 8 komoditas pangan, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, serta cabai rawit.

Salah satu caranya, menurut Presiden, adalah dengan memangkas 145 peraturan penghambat penyaluran pupuk yang disederhanakan menjadi satu Peraturan Presiden (Perpres). Ia juga menyebut harga pupuk bisa diturunkan 20 persen, sementara laba PT Pupuk Indonesia meningkat sampai 252,8 persen.

Meski demikian, Presiden mengakui, Indonesia belum swasembada untuk sejumlah komoditas pangan, seperti bawang putih serta daging sapi dan kerbau. Targetnya, bawang putih bisa swasembada dalam waktu tiga tahun, sementara daging sapi bisa swasembada dalam 5-6 tahun ke depan.

“Kita berjuang agar dalam tiga tahun kita bisa swasembada bawang putih. Daging sapi masih belum, daging kerbau juga belum, tapi daging ayam sudah (swasembada). Untuk protein sebenarnya kita sudah, protein dari ikan, telur, dan daging ayam,” tutur Presiden.

Selain itu, Presiden menyebutkan sudah membangun seratus kampung nelayan dari 1.386 kampung nelayan yang ditargetkan rampung akhir Desember 2026.

“Nilai perikanan kita setiap tahun 34 miliar dolar (AS). Tapi, mungkin, baru lima persen yang dapat dinikmati. Sisanya, diambil kapal-kapal negara lain tanpa izin kita. Bayangkan berapa yang kita hilang setiap harinya,” tambah Presiden.

Untuk itu, Presiden mengatakan Indonesia harus membangun armada kapal modern. Indonesia memerlukan belasan ribu kapal dan ia menegaskan ini tantangan berat. Meski berat, ia menargetkan, pada 2027, Indonesia akan mulai membangun 1.850 kapal ikan modern.

Untuk memperkuat ekonomi rakyat dari bawah, lanjut Prabowo, dibangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). KDMP akan bertugas menyalurkan semua barang bersubsidi, sehingga barang subsidi ke depan tidak dapat lagi diperdagangkan.

“Hari ini kita berhasil mendirikan dan mengoperasikan 10.000 dengan 3.300 beroperasi secara optimal. Target kita, akhir tahun 2026, 30.000 koperasi sudah berdiri dan beroperasi dengan baik,” katanya.

Baca JugaBank BUMN di Pusaran Kredit Koperasi Merah Putih

Dengan KDMP, lanjut Presiden, untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, negara akan menguasai rantai pasok sendiri. Hal itu dinilainya bisa mengecilkan peluang ekonomi dipermainkan oleh pasar.

“Selama ini kita dipermainkan saudagar-saudagar yang mempermainkan pasar. Kita tidak antipasar. Ekonomi didasarkan pada bergeraknya pasar. Tapi, pasar bisa dimanipulasi, diatur, mereka yang menguasai modal besar. Oleh karena itu, rakyat harus kita bantu, kita organisir, kita berdayakan melalui koperasi,” kata Prabowo.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Fahira Idris Kecam Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras, Minta Kasus Dikawal hingga Pengadilan
• 14 jam lalu
0
thumb
Eddy Soeparno Dorong Jawa Tengah Jadi Lokomotif Industri Hijau dan Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
• 13 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Tak Boleh Anak-Anak Kita Bertaruh Nyawa ke Sekolah
• 7 jam lalu
0
thumb
Gudang Garam (GGRM) Suntik Surya Dhoho Rp200 Miliar untuk Dukung Bandara Kediri
• 5 jam lalu
0
thumb
Prabowo Bakal Singgung Anggaran MBG dalam Pidato RAPBN? Ini 8 Program Prioritas Nasional
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.