CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Salat Jumat bukan hanya tentang melaksanakan dua rakaat di masjid. Ada sejumlah amalan sunnah yang berkaitan dengan pelaksanaan salat Jumat dan persiapannya.
Mengetahui tuntunan tersebut membantu seorang muslim menjalankan ibadah Jumat sesuai dengan contoh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Beberapa sunnah salat Jumat juga berkaitan dengan amalan sebelum khutbah, sikap ketika khutbah berlangsung, hingga salat sunnah setelah Jumat.
1. Mandi Sebelum Berangkat Salat Jumat
Mandi pada hari Jumat termasuk amalan yang sangat ditekankan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan sebelum menghadiri salat Jumat.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan orang yang mandi pada hari Jumat, bersuci dengan baik, memakai minyak atau wewangian, kemudian berangkat ke masjid dan mendengarkan khutbah dengan tenang.
Karena itu, persiapan menuju salat Jumat sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru. Kebersihan badan, pakaian, dan penggunaan wewangian menjadi bagian dari adab yang dianjurkan
2. Memakai Wewangian dan Berpenampilan Bersih
Selain mandi, seorang muslim dianjurkan memperhatikan kebersihan dan kerapian ketika hendak menghadiri salat Jumat.
Hadis Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu menyebutkan penggunaan minyak atau wewangian sebelum berangkat. Dalam hadis yang sama juga terdapat anjuran untuk tidak memisahkan dua orang yang sedang duduk serta melaksanakan salat sunnah sesuai kemampuan sebelum khutbah dimulai.
Amalan ini menunjukkan bahwa Jumat merupakan momentum berkumpulnya kaum muslimin. Karena itu, menjaga kebersihan dan tidak mengganggu jamaah lain merupakan bagian penting dari adab menuju masjid.
3. Melaksanakan Salat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar
Ada hal yang perlu dibedakan dalam masalah salat sunnah sebelum Jumat.
Menurut pembahasan Rumaysho, tidak terdapat dalil sahih yang menunjukkan adanya salat sunnah rawatib qabliyah Jumat sebagaimana salat rawatib sebelum Zuhur. Namun, seseorang yang datang lebih awal ke masjid dianjurkan melaksanakan salat sunnah mutlak sebelum imam naik mimbar.
Sementara dalam rujukan lainnya, Muslim.or.id, juga menjelaskan bahwa seseorang yang datang sebelum khutbah dapat mengerjakan salat sesuai kemampuannya. Hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Muslim menyebutkan orang yang datang Jumat kemudian melaksanakan salat yang ditetapkan baginya sebelum diam mendengarkan khutbah.
Jadi, istilah yang lebih tepat adalah salat sunnah mutlak sebelum Jumat, bukan menetapkannya sebagai salat rawatib qabliyah Jumat dengan jumlah rakaat tertentu.
4. Diam dan Mendengarkan Khutbah
Ketika khutbah Jumat dimulai, jamaah dianjurkan diam dan menyimak nasihat khatib.
Sikap ini bukan sekadar etika, tetapi bagian dari tuntunan yang disebutkan dalam hadis. Dalam hadis Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan orang yang diam ketika imam berkhutbah sebagai bagian dari rangkaian amalan yang memiliki keutamaan.
Karena itu, jamaah sebaiknya tidak berbicara, bermain ponsel, atau melakukan aktivitas yang mengganggu konsentrasi selama khutbah berlangsung.
5. Menghadap ke Arah Khatib Saat Khutbah
Menghadap kepada khatib ketika khutbah Jumat berlangsung juga termasuk sunnah yang banyak ditinggalkan
Muslim.or.id menjelaskan adanya hadis dan atsar sahabat yang menjadi dasar anjuran untuk menghadapkan wajah kepada khatib. Hal ini membantu jamaah lebih fokus mendengarkan khutbah dan memahami pesan yang disampaikan.
Karena itu, ketika duduk di masjid, posisi sebaiknya diatur agar mudah melihat dan menyimak khatib.
6. Mengerjakan Salat Ba’diyah Jumat
Setelah salat Jumat selesai, terdapat tuntunan untuk melaksanakan salat sunnah ba’diyah.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan dua rakaat setelah Jumat. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Ada pula hadis Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang memerintahkan untuk melaksanakan empat rakaat setelah salat Jumat. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Muslim. Berdasarkan hadis-hadis tersebut, salat ba’diyah Jumat dapat dilakukan dua atau empat rakaat.
7. Memberi Jeda antara Salat Jumat dan Salat Sunnah
Jika salat ba’diyah Jumat dilakukan di masjid, hendaknya tidak langsung menyambung salat wajib dengan salat sunnah.
Jeda dapat dilakukan dengan berbicara atau berpindah tempat. Dasarnya adalah hadis Muawiyah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Muslim mengenai larangan menyambung satu salat dengan salat lainnya tanpa adanya pemisah.
Dengan demikian, seseorang dapat berpindah tempat terlebih dahulu atau melakukan aktivitas lain yang dibolehkan sebelum mengerjakan salat sunnah.
8. Membaca Surat Tertentu dalam Salat Jumat
Dalam pelaksanaan salat Jumat, terdapat beberapa surat yang pernah dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Muslim.or.id menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang membaca Surah Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun. Pada kesempatan lain, beliau membaca Al-Jumu’ah dan Al-Ghasyiyah. Membaca surat-surat tersebut merupakan sunnah, bukan kewajiban.
Artinya, imam tidak harus selalu membaca surat yang sama pada setiap Jumat. Membaca surat lain dari Al-Qur’an tetap diperbolehkan.
Sumber: Rumasyho, Muslim.or.id





Komentar (0)