Perundingan selama 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan berakhir paling lambat pada 18 Agustus. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa bahwa Iran telah berulang kali menipu Amerika Serikat. Ia juga mengatakan bahwa saat ini AS menguasai Selat Hormuz dan situasi berada di pihak AS. Trump memperingatkan bahwa jika Iran melewati batas, Iran akan “dibom hancur”.
EtIndonesia.com Pada Selasa (11 Agustus), Presiden Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya tidak mempercayai Iran. Ia juga menegaskan bahwa Amerika Serikat saat ini mengendalikan Selat Hormuz secara penuh.
“Saya tidak mempercayai Iran. Mengapa? Anda pikir saya mempercayai Iran? Saya adalah orang yang paling tidak mungkin mempercayai Iran. Mereka terus menipu saya,” kata Trump.
“Saat ini kami sepenuhnya mengendalikan Selat Hormuz. Mereka tidak mengendalikannya. Kami sepenuhnya menguasainya. Selat itu berada di bawah kendali kami.”
“Mungkin suatu hari mereka akan melakukan sesuatu, dan saat itu mereka akan dibom hancur. Tetapi sekarang posisi kami sangat menguntungkan.”
Pada hari yang sama, Trump juga mengatakan dalam wawancara dengan media konservatif Amerika Real America’s Voice bahwa Iran merupakan lawan negosiasi yang sangat licik.
“Seperti yang saya katakan, saya sedang bernegosiasi. Mereka sangat licik dalam bernegosiasi, karena mereka akan terlebih dahulu menyetujui sesuatu, kemudian pergi ke media dan mengatakan bahwa mereka tidak pernah menyetujuinya,” ujarnya.
“Jadi mereka sangat tidak jujur. Karena itu, kami memiliki tiga strategi,” katanya.
Trump mengatakan strategi pertama adalah melanjutkan pendekatan seperti sekarang sambil mengamati kondisi Iran dan melihat seberapa buruk keadaan negara tersebut, yang menurutnya mengalami inflasi hingga 300 persen.
Trump mengungkapkan bahwa saat ini ada tiga strategi yang digunakan Amerika Serikat untuk menghadapi Iran:
- Memantau Iran secara ketat dan mengevaluasi situasi yang sedang dihadapi negara tersebut.
- Memberikan Iran “pukulan yang sangat, sangat berat.”
- Memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran.
Trump (11 Agustus 2026): “Kondisi ekonomi mereka sangat buruk. Mereka tidak bisa mendapatkan pinjaman. Kami mengendalikan uang mereka. Dulu mereka memiliki banyak uang, tetapi sekarang kami sepenuhnya mengendalikan uang tersebut. Saya adalah bankir mereka.”
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif, yang berperan sebagai pihak mediator, mengatakan kepada Bloomberg pada Selasa bahwa Amerika Serikat dan Iran sudah mendekati tercapainya “suatu bentuk kesepakatan.”
Menurut pernyataan sebelumnya dari Wakil Presiden AS J.D. Vance, periode negosiasi 60 hari dihitung mulai 18 Juni. Dengan demikian, AS dan Iran diperkirakan harus menyelesaikan proses negosiasi tersebut paling lambat 18 Agustus.
Laporan dirangkum oleh Zhang Kexin dan Chen Lingzhi dari New Tang Dynasty Asia-Pacific Television.






Komentar (0)