Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan bahwa negaranya menyiapkan sanksi ekonomi terbesar untuk Iran.
IDXChannel - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan bahwa negaranya menyiapkan sanksi ekonomi terbesar untuk Iran.
“Kami akan menerapkan langkah-langkah yang belum pernah terlihat sebelumnya,” kata Bessent dalam sebuah wawancara dengan Newsmax, dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (14/8/2026).
Bessent memambahkan bahwa langkah-langkah itu dapat diumumkan secepatnya pekan depan.
“Langkah-langkah itu akan berupa kombinasi isolasi ekonomi dengan skala yang belum pernah dilihat sebelumnya, ditambah blokade berkelanjutan di Selat Hormuz yang akan mencegah apa pun masuk atau keluar dari pelabuhan Iran,” kata Bessent.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan bahwa negaranya dapat memblokade pelabuhan Iran untuk waktu yang lama.
“Kita bisa menjalankannya selama yang kita butuhkan. Tanpa batas waktu, Angkatan Laut AS dapat mempertahankan blokade seperti itu karena kita akan melakukan rotasi kapal,” kata Hegseth.
“Tidak ada negara lain di dunia, tidak ada angkatan laut lain di dunia yang memiliki kemampuan untuk memiliki tembok baja seperti Angkatan Laut AS, dan kemudian kemauan untuk menggunakannya seperti yang telah kita lakukan,” tambahnya.
“Jadi Iran tahu bahwa mereka tidak bisa keluar masuk blokade ini, dan mereka juga tahu bahwa tidak ada batasan waktu untuk itu,” kata Hegseth.
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa negaranya memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan menegaskan akan terus melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran di sekitar perairan itu.
Namun, para pejabat militer Iran membantah kendali AS atas jalur maritim tersebut. Teheran menyebut klaim tersebut sebagai kebohongan yang tidak berdasar.
“Klaim palsu AS mengenai lalu lintas normal kapal melalui Selat Hormuz, yang mencerminkan ketidakberdayaan dan kebingungan militer negara itu, hanyalah kebohongan dan fitnah tanpa dasar,” kata militer Iran dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB.
AS dan Iran menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April dan kemudian sepakat memulai negosiasi akhir pada Juni.
Namun, pembicaraan kemudian terhenti karena perbedaan pendapat tentang jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur paling maritim strategis di dunia untuk pasokan energi dan perdagangan global.
Pada Februari, AS dan Israel memulai perang dengan Iran, yang memicu lumpuhnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)