JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Indonesia pada sepekan ke depan umumnya didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Meski sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi secara lokal.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan hujan lebat serta angin kencang di sejumlah wilayah pada periode 14-20 Agustus 2026.
Masyarakat diminta tetap mewaspadai perubahan cuaca, terutama di daerah yang masuk dalam wilayah berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Baca Juga: BMKG Rilis Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan: El Nino Semakin Kuat, Ancaman Kekeringan Kian Meluas
Potensi Hujan 14-16 Agustus 2026Untuk periode 14-16 Agustus 2026, kondisi cuaca di Indonesia secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan.
Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan hujan dengan intensitas lebat di sejumlah wilayah. Daerah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut meliputi:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
Selain hujan lebat, potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, yakni:
- Aceh
- Banten
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
- Maluku
- Nusa Tenggara Timur
Memasuki periode 17-20 Agustus 2026, cuaca Indonesia masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Namun, BMKG memprakirakan adanya peningkatan hujan dengan intensitas lebat di Sumatera Barat dan Papua Pegunungan.
Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di beberapa wilayah berikut:
- Aceh
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Barat Daya
- Papua Selatan
BMKG mengingatkan bahwa hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang masih dapat terjadi secara lokal selama periode sepekan ke depan.
Masyarakat dan pemangku kepentingan diminta mewaspadai sejumlah dampak yang dapat ditimbulkan oleh kondisi cuaca tersebut, seperti:
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Agustus 2026, 8 Provinsi Masuk Kategori Awas
- Pohon atau dahan tumbang.
- Baliho atau papan reklame roboh.
- Genangan air.
- Sambaran petir.
- Gangguan akibat angin kencang.
Saat terjadi cuaca buruk, masyarakat juga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh untuk mengurangi risiko kecelakaan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.
Informasi tersebut dapat diakses melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.
Masyarakat juga diharapkan melakukan langkah antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem, kekeringan, maupun kebakaran hutan dan lahan sesuai kondisi di wilayah masing-masing.
Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- prakiraan cuaca
- sepekan ke depan
- hujan






Komentar (0)