38.810 Korban Kekerasan Perempuan pada 2025, dari Anak hingga Krisis Anggaran Perlindungan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 38.810 korban kekerasan terhadap perempuan tercatat sepanjang 2025.

Jumlah ini meningkat 9,2 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 35.533 korban.

Namun, kenaikan angka tersebut tidak otomatis berarti kekerasan terhadap perempuan semakin banyak.

Pemerintah dan Komnas Perempuan justru melihat meningkatnya jumlah korban yang tercatat sebagai tanda semakin banyak perempuan berani melapor.

Di sisi lain, angka tersebut belum menggambarkan seluruh kekerasan yang terjadi. Persoalan pelaporan, akses layanan, karakteristik korban, hingga dukungan anggaran masih menjadi pekerjaan besar negara.

Naik dalam Setahun

Data tersebut merupakan hasil pemadanan database Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komnas Perempuan, dan Forum Pengada Layanan (FPL).

Kepala Biro Data dan Informasi Kementerian PPPA Muhaziron Sulistiyo Wibowo mengatakan jumlah korban terus meningkat selama tiga tahun terakhir, yakni sejak 2023 hingga 2025.

“Selama tiga tahun terakhir, dari 2023 sampai 2025, jumlah korban terus meningkat. Hal ini positif karena menunjukkan meningkatnya kesadaran perempuan untuk melaporkan kasus kekerasan yang dialaminya,” kata Muhaziron dalam pemaparan Laporan Sinergi Database Kekerasan terhadap Perempuan di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Baca juga: Ada 4.513 Korban Kekerasan terhadap Perempuan di Jabar, Tertinggi Se-Indonesia

Pada 2025, tercatat 38.810 korban, meningkat 3.277 korban dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Muhaziron mengingatkan data tersebut masih jauh dari gambaran keseluruhan kasus kekerasan terhadap perempuan di masyarakat.

“Namun, meski jumlah laporan meningkat, kasus yang tercatat masih menunjukkan fenomena gunung es,” ujarnya.

1 dari 4 Perempuan Pernah Alami Kekerasan

Besarnya kesenjangan antara kasus yang dilaporkan dan kondisi sebenarnya terlihat dari hasil Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024.

Survei tersebut menunjukkan satu dari empat perempuan atau sekitar 24,1 persen perempuan berusia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual sepanjang hidupnya.

“Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus yang tercatat secara resmi,” kata Muhaziron.

Baca juga: Menteri PPPA Ajak Ulama Perempuan Bersinergi Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor mengatakan peningkatan jumlah korban yang tercatat justru menunjukkan semakin banyak korban berani melapor.

Menurut dia, keberanian tersebut salah satunya didorong jaminan perlindungan melalui Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

“Yang meningkat adalah kesadaran dan keberanian korban untuk melapor karena ada jaminan negara yang memberikan pemenuhan terhadap hak-hak korban secara komprehensif,” ujar Maria.

Jawa Barat Tertinggi

Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah korban kekerasan terhadap perempuan tertinggi pada 2025 dengan 4.513 korban.

Jawa Timur menyusul dengan 3.612 korban, sedangkan Jawa Tengah berada di posisi ketiga dengan 3.490 korban.

“Korban menurut provinsi, teratas Jawa Barat 4.513 dan Jawa Timur 3.612 masih menempati dua posisi teratas sejak 2023. Jawa Tengah 3.490 korban tahun ini menggantikan DKI Jakarta di posisi ketiga,” kata Muhaziron.

Baca juga: Komnas: Kasus YTR Kekerasan terhadap Perempuan yang Ekstrem dan Merendahkan Martabat

Menurut Muhaziron, tingginya angka di Pulau Jawa antara lain dipengaruhi konsentrasi penduduk, populasi perempuan usia produktif, serta lebih banyaknya akses terhadap layanan pelaporan dan pendampingan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebaliknya, angka pelaporan paling rendah ditemukan di sejumlah provinsi di Papua. Papua Barat Daya mencatat 136 korban, Papua Pegunungan 56 korban, dan Papua Tengah 15 korban.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Software Berbasis Cloud Makin Populer, Tapi Ada Risiko yang Perlu Diperhatikan
• 14 jam lalu
0
thumb
BKPM Proyeksikan Pasar Motor Listrik Indonesia Tembus Rp3.036 Triliun, MOLINAS Dibidik Jadi Pemain Global
• 15 jam lalu
0
thumb
Warga Toraja Utara Dapat Bantuan Beras dari Bulog Sebanyak 899.340 Kilogram
• 20 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Gunung Gede Ditangani Intensif, BBTNGGP Kerahkan Regu Pemadam dan Dapur Umum
• 21 jam lalu
0
thumb
Kembali Bergabung, Marc Klok Siap Fokus Bersama Persib di Bali
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.