Pantau - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memproyeksikan potensi pasar motor listrik di Indonesia mencapai 170 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.036 triliun, seiring besarnya jumlah sepeda motor dan ruang pertumbuhan kendaraan listrik di dalam negeri.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan proyeksi tersebut saat peluncuran dan peresmian motor listrik nasional MOLINAS beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.
“Kami melihat juga ukuran pasarnya kurang lebih sampai 170 miliar dolar AS,” ungkap Rosan.
Nilai tersebut setara sekitar Rp3.036 triliun dengan menggunakan kurs Rp17.858,70 per dolar AS.
Penetrasi Motor Listrik Masih Sekitar 1 PersenBesarnya potensi pasar didukung jumlah sepeda motor yang beredar di Indonesia yang saat ini berada di kisaran 140 juta unit.
Masyarakat Indonesia setiap tahun membeli sekitar 6 juta hingga 7 juta unit sepeda motor baru.
Namun, penjualan atau pembelian motor listrik masih relatif kecil, yakni sekitar 60 ribu hingga 70 ribu unit per tahun.
Angka tersebut membuat porsi motor listrik baru berada di kisaran 1 persen dibandingkan keseluruhan pembelian sepeda motor di Indonesia.
Rosan menilai kondisi itu membuka ruang pertumbuhan yang besar bagi industri motor listrik nasional.
“Kalau kami lihat ini potensi ke depannya, peningkatannya ini bisa secara eksponensial,” ia mengatakan.
Dalam pengembangan industri tersebut, kurang lebih 10 perusahaan nasional telah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan Kementerian Perindustrian.
Pemerintah juga melibatkan PT Len Industri dalam pengembangan motor listrik nasional agar produk yang dihasilkan memiliki standardisasi internasional.
Rosan menargetkan motor listrik nasional tidak hanya mampu memimpin pasar domestik, tetapi juga bersaing di tingkat regional hingga global.
“Tidak hanya menjadi juara di Indonesia, tetapi juga juara di regional, bahkan harus menjadi juara di dunia,” ungkap Rosan.
Prabowo Resmikan MOLINAS di CikarangPresiden Prabowo Subianto pada hari yang sama meresmikan motor listrik nasional MOLINAS buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya.
Peresmian berlangsung di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Prabowo memuji keberanian pelaku usaha swasta yang bersedia mengambil risiko untuk memproduksi motor listrik di Indonesia.
Keberanian tersebut dinilai penting karena industri motor listrik nasional harus menghadapi persaingan dengan produk buatan China, Jepang, dan Korea Selatan.
Prabowo memandang langkah pengusaha dalam mengembangkan dan memproduksi motor listrik sebagai bagian dari upaya bersama membangun Indonesia.
Konsep kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha tersebut kerap disebut Prabowo sebagai Indonesia Incorporated.
Produksi motor listrik dalam negeri juga berkaitan dengan kepentingan nasional untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM) yang masih harus diimpor dari luar negeri.
Pengembangan MOLINAS pun diarahkan tidak hanya untuk menangkap potensi pasar senilai sekitar Rp3.036 triliun, tetapi juga memperkuat industri nasional, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, mendorong daya saing global, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.





Komentar (0)