Semeru erupsi 8 kali selama enam jam dengan tinggi letusan1,2 km

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tercatat erupsi sebanyak delapan kali selama enam jam terakhir dengan tinggi letusan hingga 1,2 kilometer pada Jumat pagi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.24 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung

"Erupsi kedua terjadi pada pukul 01.13 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Erupsi ketiga, keempat dan kelima masing-masing terjadi pada pukul 01.24 WIB dengan tinggi letusan 600 meter di atas puncak, kemudian 04.38 WIB dan 04.57 WIB dengan visual letusan tidak teramati.

"Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.15 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 kilometer di atas puncak atau 4.876 mdpl)," katanya.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Tidak selang lama erupsi kembali terjadi pada pukul 05.25 WIB dengan tinggi letusan teramati 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.

Erupsi kedelapan terjadi pada pukul 05.40 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 700 meter di atas puncak dan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah selatan.
"Saat laporan itu dibuat, erupsi Gunung Semeru masih berlangsung," ucap Liswanto.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.

Baca juga: Kamis dini hari, Gunung Semeru erupsi disertai suara gemuruh kuat

Baca juga: Semeru delapan kali erupsi dengan tinggi letusan capai 700 meter



Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jaksa Sebut Praperadilan Lodewyk Pusung Lampaui Kewenangan Hakim Praperadilan
• 44 menit lalu
0
thumb
Waspada Kekeringan, BPBD Tangerang Cek Potensi Air Bawah Tanah di Lima Kecamatan
• 18 jam lalu
0
thumb
Piala Super Spanyol 2027 akan digelar di Istanbul, Turki
• 12 jam lalu
0
thumb
Pramono Bakal Kembangkan Kawasan Manggarai Seperti Blok M, Jadi TOD Baru
• 17 jam lalu
0
thumb
Nasib Bayi dalam Paper Bag di Kudus: Dibawa ke Panti, Ortu Belum Ditemukan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.