Sejumlah PCNU-PWNU Belum Terima Undangan Muktamar, Kiai Dimyati Respons Begini

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Jelang Muktamar ke-35 PBNU di Jombang, 27-31 Agustus 2026 bertempat di PP Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang Jawa Timur, sejumlah PWNU dan PCNU mengeluhkan belum diterimanya undangan resmi. 

Keluhan itu mengemuka dari beberapa PWNU dan PCNU di Jawa dan luar Jawa dalam sepekan terakhir. Mereka mengaku sampai pertengahan Agustus belum menerima surat undangan resmi dari Panitia Muktamar PBNU. Padahal waktu pelaksanaan tinggal menghitung hari.

Baca Juga :
Muktamar ke-35 PBNU Bakal Digelar, Gus Yahya: Untuk Menentukan Arah NU ke Depannya
Gus Miftah Berharap Muktamar NU ke-35 Jadi Momentum Perkuat Khidmah dan Persatuan

“Kami khawatir undangannya mepet. Kalau dikirim H-7, tiket pesawat dan kereta pasti sudah mahal, bahkan habis. Terutama PWNU-PCNU luar Jawa, bahkan banyak yang dari daerah kepulauan. Padahal, diantara mereka berangkat rombongan,” ujar KH Dimyati Muhammad, sekretaris PCNU Bangkalan, Madura, dikutip Jumat, 14 Agustus 2026.

Lora Dim, panggilan KH Dimyati Muhammad, Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, mengaku mendapat banyak aduan dari fungsionaris PCNU luar Jawa terkait belum adanya undangan resmi muktamar. Bahkan diantara mereka juga mengkhawatirkan pelaksanaan muktamar, mundur dari jadwal semula.

“Tidak ada undangan hingga saat ini membuat mereka menduga-duga. Pastinya, kesulitan mengurus administrasi internal untuk berangkat, SK delegasi, hingga koordinasi teknis keberangkatan,” ungkap Lora Dim.

“Mereka juga mengeluh, semua belum pasti, justru sudah ditekan untuk menyerahkan daftar Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA. Padahal belum ada surat permohonan resmi dari panitia, mekanisme dan penjelasan lengkapnya,” tambahnya.

Di tengah belum jelasnya undangan, lanjut Lora Dim, beberapa PWNU dan PCNU mengaku justru sudah dihubungi oknum yang mengatasnamakan Panitia Muktamar. Mereka diminta segera menyerahkan nama-nama AHWA sesuai “daftar yang diinginkan”.

“Bahasa halusnya ‘permintaan data’. Tapi nadanya menekan. Seolah kalau tidak kirim nama itu, nanti ada konsekuensi,” katanya.

“AHWA adalah pemegang hak suara tertinggi di Muktamar. Karena itu, penentuan nama AHWA sangat strategis dan rawan dipolitisasi. Mereka harus hati-hati. Masa depan jam’iyyah NU ada di tangan mereka. Sekali salah menulis dan tanda-tangan, maka nasib NU menjadi taruhannya,” kata dia.

KH Dimyati Muhammad menyadari kondisi ini PWNU-PCNU jelang pelaksanaan muktamar. Tapi, kata dia, benteng pertahanan kedaulatan NU justru berada di tangan PWNU dan PCNU. 

Baca Juga :
Harapan Putri Sulung Gus Dur Terkait Gelaran Muktamar NU
Gus Salam: Semua Struktur Kepengurusan NU Harus Dapat Legalitas untuk Hadiri Muktamar
Harapan Tokoh Muda NU Terhadap Hasil Muktamar

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Kopdes Merah Putih Bisa Cegah Hasil Panen Petani Terbuang
• 4 jam lalu
0
thumb
Penyuplai Penyelundupan 23,793 Kilogram Emas Diduga Penambang Ilegal, Ini yang Dikatakan ESDM
• 9 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Keberhasilan Bangsa di Era Modern, Mampu Kuasai Sains dan Teknologi
• 20 jam lalu
0
thumb
Pria di Purwakarta Siksa Anak demi Uang, Rumah yang Menakutkan
• 4 jam lalu
0
thumb
Perang Iran Kuras Pasokan Senjata AS, 1.700 Rudal Patriot-THAAD Ludes
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.