Pantau - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong Persib Bandung memperluas kerja sama pemanfaatan aset milik Pemerintah Kota Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat valuasi klub sebelum melakukan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia.
Farhan menilai perluasan kerja sama tersebut dapat memperkuat konsolidasi aset yang dikelola Persib sehingga berpotensi mendorong valuasi klub berjuluk Maung Bandung itu hingga mencapai Rp1 triliun.
"Nah, untuk konsolidasi aset, maka Pemerintah Kota Bandung itu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Persib untuk memperluas cakupan kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung bersama Persib," ungkap Farhan.
Pemanfaatan Aset Tak Hanya GBLASaat ini, kerja sama pemanfaatan aset antara Pemerintah Kota Bandung dan Persib masih terbatas pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Menurut Farhan, sejumlah aset di kawasan sekitar GBLA masih memiliki potensi besar untuk dikelola Persib, mulai dari area parkir, tempat latihan, tempat hiburan, hingga fasilitas lainnya.
"Saat ini kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung bersama Persib baru di GBLA, stadionnya. Sekitarnya belum, tempat parkir, tempat latihan, tempat hiburan, segala macamnya belum," kata Farhan.
Pemerintah Kota Bandung karena itu akan mendorong Persib memperluas pengelolaan terhadap aset-aset lain yang berada di kawasan tersebut.
Pemkot Bandung juga berencana mendorong kerja sama dengan klub basket Satria Muda Pertamina Bandung untuk pemanfaatan Stadion Basket Bandung Arena.
Kerja sama tersebut turut mencakup rencana pengembangan sarana olahraga hoki yang berada di sebelah fasilitas basket tersebut.
"Nanti kita akan kembangkan ke arah sana (pengelolaan aset), plus kerja sama juga dengan klub basket Satria Muda (SM) untuk kerja sama pemanfaatan Stadion Basket Bandung Arena dan pengembangan sarana olahraga hoki di sebelahnya," ungkap Farhan.
Valuasi Persib Ditargetkan Bisa Tembus Rp1 TriliunFarhan meyakini konsolidasi dan perluasan pemanfaatan aset dapat mendorong perkembangan bisnis Persib sekaligus meningkatkan valuasi klub.
"Jadi harus ada kerja sama pemanfaatan aset, baru nanti akan berkembang. Kalau itu sudah diakuisisi, konsolidasi, saya kira bisa ngejar sih, valuasi sampai 1 triliun," kata Farhan.
Peningkatan valuasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong Persib untuk menghimpun dana melalui IPO di pasar modal Indonesia.
Meski demikian, Farhan tidak menetapkan target waktu bagi Persib untuk mencatatkan sahamnya di bursa.
Menurut dia, keputusan mengenai pelaksanaan dan waktu IPO sepenuhnya berada di tangan para pemegang saham Persib karena dirinya sudah tidak lagi menjadi pemegang saham klub tersebut.
"Saya nggak bisa target ya. Tergantung para pemegang saham, kan saya sudah bukan pemegang saham lagi," ungkap Farhan.





Komentar (0)