PT Vale Indonesia Prediksi Baterai NMC Makin Murah dan Kompetitif

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memprediksi harga baterai Nikel Mangan Kobalt (NMC) semakin murah sehingga dapat lebih kompetitif, dibandingkan baterai lithium ferro-phosphate (LFP) yang kini digandrungi oleh pabrikan China.

Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan teknologi baterai terus berkembang sehingga terjadi persaingan yang cukup ketat. Namun, dia optimistis pasar untuk NMC terus berkembang.

"Saya melihat itu enggak bisa dihindari karena kompetisi market. Tapi data forecast kita 2030 itu kan masih itu di-driver oleh pertumbuhan NMC ya, sepanjang tidak ada signifikan dari teknologi lain," ungkap Budi saat berbincang bersama media, Kamis (13/8).

Budi menyebut ke depannya akan ada teknologi baterai lain yang membutuhkan pasokan nikel yang besar. Selain LFP, yakni salah satunya solid-state battery yang menggunakan elektrolit padat untuk penyimpanan energi yang lebih aman dan tahan lama.

"Teknologi solid-state battery itu kan banyak nikelnya, bahkan lebih banyak nikelnya. Semuanya solid. Sama kayak NMC cuma kalau NMC itu masih ada antara anoda katoda, itu yang ditengarai cairan yang dapat membuat overheating," jelasnya.

Selain itu, Budi juga melihat bahwa kebijakan pemerintah akan semakin condong kepada penggunaan baterai nikel. Hal ini juga didukung fakta bahwa baterai nikel dapat didaur ulang sehingga lebih berkelanjutan, berbeda dengan LFP yang sekali pakai.

Di sisi lain, dia berpendapat bahwa harga mobil listrik yang menggunakan NMC semakin murah bahkan bisa menyamai mobil yang menggunakan LFP. Menurutnya, mobil dengan NMC sebelumnya dibanderol Rp 600 juta atau lebih pada tahun 2024, namun saat ini bisa turun hingga Rp 400 jutaan.

"Saya sih melihat sederhana patokannya, harga mobil NMC sekarang dengan LFP sudah enggak jauh beda," ungkap Budi.

Murahnya harga mobil listrik, lanjut dia, tidak lepas dari kebijakan subsidi atau insentif dari pemerintah serta ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang semakin matang di Indonesia, contohnya dengan adanya pembangunan pabrik katoda dan anoda di kawasan industri Kendal dan Batang.

Dengan demikian, Budi menilai kelebihan baterai LFP dari sisi harganya yang murah sudah mulai bisa tersaingi oleh baterai NMC, menyebabkan masyarakat memiliki lebih banyak opsi baterai yang ekonomis.

"Banyak beredar LFP root cause-nya salah satu penyebabnya itu adalah karena ketimpangan harga. Ujung-ujungnya kan market, yang men-drive sebuah perusahaan sekarang itu adalah market dan sosial. Kenapa kemarin banyak orang beli itu? Karena murah," tutur Budi.

Sementara untuk sektor antara (midstream), Budi juga menilai perlu ada dukungan untuk membuat bahan baku baterai lebih ekonomis. Pasalnya, dia mengakui bahwa harga bijih nikel limonit untuk diproses di smelter HPAL sangat mahal.

"Sekarang yang menjadi challenging untuk HPAL adalah harga limonit yang cukup mahal dan itu sedang dikaji antara capex intensity-nya supaya masih bisa masuk. Soalnya kalau terlalu mahal juga kan berbahaya juga buat iklim investasi downstream kita," ungkapnya.

Terlepas dari semua itu, Budi menuturkan bahwa langkah elektrifikasi kendaraan sudah harus digencarkan, mau itu menggunakan baterai NMC atau LFP. Setelah kebiasaan dan pola pikir terbentuk di tengah masyarakat, maka persaingan pasar akan lebih matang ke depannya.

"Intinya elektrifikasi harus jalan, mau LFP mau apa elektrifikasinya dulu. Begitu elektrifikasinya jalan ada mindset berubah, terus juga ada subsidi yang diberikan segala macam itu kan multifaktor. Tapi kalau dilihat nanti kompetisinya dengan harga yang mulai murah di NMC juga akan menyesuaikan," jelas Budi.

"Saya melihat konsumsi baterai yang masuk pasar NMC semakin besar. Begitu NMC semakin besar masuk pasar artinya ketersediaan bahan baku untuk material itu semakin ada, sehingga akan memudahkan yang lain," tambahnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Maybank Marathon 2026 Siap Digelar, Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
• 14 jam lalu
0
thumb
Onitsuka Tiger Hadirkan Koleksi Denim Bergaya Effortless Chic bersama Momo Twice
• 15 jam lalu
0
thumb
Al-Qur’an Jadi Promosi Miras, Kreativitas atau Kebablasan?
• 11 jam lalu
0
thumb
2 Pengedar Tramadol di Pasar Tanah Abang Ditangkap, Ribuan Obat Keras Disita
• 3 jam lalu
0
thumb
Hyundai Indonesia Tegaskan Komitmen dalam Transisi Mobilitas Ramah Lingkungan
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.