BGN Sasar 658.300 Guru untuk Beri Edukasi soal Gizi di MBG

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memulai kegiatan literasi gizi dengan menyasar  658.300 guru dan tenaga kependidikan yang akan mengedukasi anak didik mereka terkait pentingnya pengetahuan soal gizi yang terkandung di Makanan Bergizi Gratis (MBG).

"Hari ini adalah kick-off. Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perlebar sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Kamis (13/8/2026).

Sudaryono menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BGN untuk memperluas komunikasi dan edukasi mengenai gizi serta keamanan pangan kepada para guru di seluruh Indonesia.

Baca juga: Putusan MK, Gizi Anak Bangsa, dan Kapasitas Negara

Ia menilai edukasi gizi menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena itu menurutnya peserta didik perlu memahami berbagai unsur gizi yang memberi manfaat bagi tubuh.

Politiksu Partai Gerindra ini menyebutkan, guru memiliki peran strategis yang diharapkan dapat diteruskan ke lingkungan keluarga peserta didik.

"Penting untuk si anak yang kita didik, untuk kemudian dia memahami itu dan kemudian bisa dengan pemahamannya itu bisa memengaruhi lingkungan dia, terkhusus adalah lingkungan keluarga di mana dia tinggal bersama orang tuanya," ujar Sudaryono.

Baca juga: Kepala BGN Bakal Investigasi Kasus Keracunan MBG di Berastagi

Untuk diketahui BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru dalam mendukung Program MBG pada Rabu (12/8/2026).

Pada tahap awal, kegiatan tersebut menyasar 53.831 guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta, 492.944 orang di Jawa Barat, serta 111.525 orang di Banten.

Dengan demikian, total sasaran awal mencapai 658.300 orang

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut memandang bahwa Program MBG tidak hanya bertujuan untuk menyediakan makanan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun pemahaman mengenai gizi dan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.

"MBG ini bukan hanya sekadar memberikan makan. Tapi memberikan gizi. Nah, gizi yang cukup itu akan menjadi kecukupan untuk berkembang, anak-anak kita, ibu hamil, menyusui, balita, dan anak-anak sekolah kita. Jadi gizi ini penting. Jadi tidak hanya sekadar kenyang," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Revisi Tarif Transum Jakarta Saat HUT RI jadi Rp8: Supaya Sesuai Pemerintah Pusat
• 15 jam lalu
0
thumb
Reza Arap Tegaskan Tak Mau Jual Kepergian Mendiang Lula Lahfah untuk Promo Film Harusnya Horror
• 7 jam lalu
0
thumb
Komnas harap sinergi data kekerasan perempuan jadi dasar kebijakan
• 9 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air Bangkitkan Akses Desa
• 7 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah ke Rp17.885 per Dolar AS Usai Laporan MSCI dan Penjualan Ritel yang Melambat pada Juni 2026
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.