Surabaya: Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, melalui operasi udara atau water bombing terpaksa dihentikan lebih awal akibat cuaca di lokasi yang tidak mendukung.
"Hari ini operasi water bombing dari helikopter yang kita siapkan dihentikan lebih awal dari jadwal. Faktor cuaca sangat tidak mendukung," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Subroto, di Surabaya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Meski dihentikan, tim gabungan terus mematangkan strategi untuk memaksimalkan golden time pada Jumat pagi. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan efektivitas pemadaman sebelum kondisi cuaca dan angin berubah drastis pada siang hari.
Baca Juga :
Pemadaman Karhutla di Muaro Jambi Terkendala Akses dan Air"Selain itu, jadwal serta pola penerbangan drone di sekitar area terdampak wajib diinformasikan secara akurat sebelum operasi dimulai guna menjamin keselamatan penerbangan helikopter pemadam," jelas dia.
Menyinggung soal luas lahan yang terbakar, Gatot mengatakan saat ini telah mencapai sekitar 1.120,3 hektare. Angka ini masih bersifat dinamis seiring dengan proses pemetaan dan pendataan ulang di lapangan.
Vegetasi alami di kawasan Bromo yang terdampak meliputi pohon cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar. Sementara itu, untuk korban jiwa selama pemadaman berlangsung, BPBD memastikan masih nihil.
Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Dok: BNPB)
Upaya pengendalian api terus dilakukan secara masif melalui koordinasi intensif BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang, serta BMKG untuk memantau arah angin dan dinamika cuaca.
Untuk operasi darat, tim gabungan menyisir seluruh area yang dapat dijangkau menggunakan metode manual dan mekanis. Metode tersebut meliputi penggunaan gepyok, power sprayer gendong, unit mobil pemadam kebakaran (damkar), unit kendaraan taktis Komodo, serta mobil tangki air untuk pembasahan.
Sementara untuk operasi water bombing, sebanyak tiga unit helikopter dikerahkan ke titik target prioritas hari ini, yakni area Seruni Bromo serta Bukit Kingkong atau Bukit Cinta. Helikopter tersebut terdiri atas dua unit helikopter BNPB tipe PK-DAN dan PK-DBM, serta satu unit helikopter Pemprov Jatim tipe PK-DAP.





Komentar (0)