Kemendagri Dorong Integrasi ASRI & PSEL untuk Mewujudkan Kota Cerdas Berkelanjutan

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya mewujudkan kota cerdas dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Dr. Safrizal ZA, M.Si., mengatakan pihaknya mendorong integrasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di sisi hulu dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sisi hilir.

BACA JUGA: Kemendagri Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme Keprotokolan Lintas Kelembagaan

Hal ini disampaikan Dr. Safrizal dalam Waste to Energy Forum: Enhancing National Efforts through Regional Governance and Yield Innovation di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Adapun acara tersebut bagian dari rangkaian IISMEX 2026 yang mempertemukan pemerintah pusat-daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan mitra internasional.

BACA JUGA: Mendagri Tito Lantik Sejumlah Pejabat, ASN Kemendagri Diminta Tingkatkan Kinerja

Safrizal melanjutkan pengelolaan sampah adalah tantangan utama pembangunan perkotaan sekaligus bagian penting agenda Smart City. Kota cerdas, katanya, bukan sekadar soal digitalisasi, melainkan kemampuan pemda memakai teknologi dan tata kelola untuk menjawab persoalan nyata masyarakat.

"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Safrizal menegaskan penanganan sampah harus terpadu dari hulu ke hilir. 

Di hulu, ASRI mendorong perubahan perilaku masyarakat — pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, dan pemilahan sejak dari sumber. 

Di hilir, sampah yang tak lagi bisa dimanfaatkan diolah lewat teknologi seperti PSEL, sehingga volume yang masuk ke TPA bisa ditekan.

"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," tegasnya.

Namun, Safrizal menekankan PSEL bukan pengganti seluruh sistem persampahan, melainkan bagian dari ekosistem terpadu. 

Keberhasilannya bergantung pada kesiapan pemda — kelembagaan, kebijakan, lahan, infrastruktur, hingga pasokan sampah yang sesuai kebutuhan teknologi.

"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," jelas Safrizal.

Sebagai National Representative Indonesia di ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal juga mendorong pertukaran pengalaman antarkota Indonesia dan kota-kota anggota ASCN dalam pemanfaatan teknologi persampahan.

Kemendagri berharap hasil forum ditindaklanjuti lewat penguatan kebijakan daerah, sinkronisasi perencanaan-penganggaran, peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan infrastruktur, serta pembukaan peluang investasi dan kerja sama. 

Safrizal menambahkan peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan pendekatan kota cerdas menjadi salah satu fokus utama dalam upaya tersebut.

"Bukan sekadar kota yang memiliki teknologi canggih, tetapi kota yang mampu menggunakan teknologi, kebijakan, dan kolaborasi untuk memberikan manfaat nyata,” pungkas Safrizal.(era/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SMK Negeri 2 Sukoharjo Juarai Suzuki Vocational Contest 2026 Solo Raya, Bawa Pulang Mobil
• 57 menit lalu
0
thumb
Ketua DPD RI: Persiapan Sidang Tahunan dan Bersama 2026 Sudah 90 Persen
• 2 jam lalu
0
thumb
Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Bisa Diproduksi Massal pada 2028
• 7 jam lalu
0
thumb
Truk Rem Blong Tabrak 3 Motor di Salatiga, 1 Orang Tewas
• 12 jam lalu
0
thumb
Data Penerima MBG Berpeluang Diintegrasikan dengan Satu Sehat Kemenkes
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.