Dari Gerobak ke Lantai Atas Hotel, Menjelajah Rasa Nusantara di Melia Makassar

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

Ada sesuatu yang menarik ketika menu yang identik dengan warung kaki lima justru hadir di lantai atas sebuah hotel.

DEWI SARTIKA MAHMUD
Melia Hotel Makassar

Suasana formal berganti menjadi lebih santai. Aroma sambal, ayam goreng hingga lalapan seolah membawa pengunjung keluar dari suasana hotel dan masuk ke ruang kuliner khas Indonesia.

Nuansa itulah yang coba ditawarkan Melia Makassar melalui program Jelajah Rasa Nusantara. Menyambut perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia, hotel tersebut mengangkat kekayaan kuliner Nusantara dalam konsep buffet all you can eat.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah live cooking “Penyetan Mas Heri”. Namanya terdengar sederhana, bahkan cukup mengundang penasaran. Siapa sebenarnya Mas Heri?

Food and Beverage Manager Melia Makassar, Hendy Febrianto, menjelaskan, Mas Heri merupakan salah satu staf dapur yang memang memiliki keahlian mengolah berbagai makanan gorengan. Ia sehari-hari juga menangani menu sarapan dan egg station.

Karena keahliannya itulah, nama Mas Heri kemudian diangkat menjadi identitas salah satu stall unggulan dalam program kuliner tersebut. Pengunjung bisa memilih ayam, lele, nila, ampela dan hati ayam, tahu, tempe hingga terong.

Yang membuat penyetan ini semakin terasa seperti sajian warung adalah pilihan sambalnya. Beragam sambal disiapkan secara segar setiap hari, dilengkapi lalapan sebagai pelengkap.

“Jadi kami ingin bagaimana caranya street food itu bisa kita bawa ke hotel. Sambalnya juga semuanya fresh dibuat setiap hari,” kata Hendy.

Penyetan bukan satu-satunya perjalanan rasa yang ditawarkan. Pengunjung juga bisa menemukan pisang epe, nasi daun kemangi, mie kering, gorengan, hingga bakso. Secara keseluruhan, ada sekitar 20 jenis makanan yang bisa dinikmati.

Menariknya, perjalanan kuliner ini tidak berhenti pada satu menu. Stall tertentu hadir secara konsisten, sementara menu buffet utama dirotasi setiap malam. Pengunjung yang datang pada Kamis, Jumat, atau Sabtu pun bisa menemukan pilihan makanan yang berbeda.

“Dengan harga Rp125 ribu net per orang, konsep ini dibuat untuk memberikan pengalaman makan yang tidak sekadar kenyang. Pengunjung diajak mencicipi beragam cita rasa Nusantara dalam satu tempat,” ucapnya.

Program Jelajah Rasa Nusantara berlangsung setiap Kamis, Jumat dan Sabtu, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA. Ada pula promo Buy 10 Get 1, yang berlaku untuk kelipatan pembelian.

Dari sisi bisnis, konsep ini sekaligus membuka pasar yang lebih luas. Hendi menyebut program tersebut dapat menjadi pilihan bagi komunitas, kelompok arisan, gathering maupun perayaan ulang tahun. Kapasitasnya mencapai sekitar 80 hingga 100 orang.

Bahkan, konsep tersebut sudah mendapat respons dari pelanggan. Salah satu reservasi untuk acara ulang tahun telah membukukan sekitar 80 orang. Untuk kebutuhan acara privat, Melia Makassar juga menawarkan penggunaan area dengan minimal 50 orang.

Di tengah panorama Kota Makassar dari lantai teratas hotel, Jelajah Rasa Nusantara akhirnya menawarkan pengalaman yang cukup berbeda: makanan yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, tetapi disajikan dalam atmosfer hotel.

Sebuah perjalanan rasa yang sederhana, dari penyetan, sambal dan lalapan hingga pisang epe dan mie kering. Melalui konsep ini, Melia Makassar mencoba menunjukkan bahwa kuliner Nusantara tak harus kehilangan identitas ketika dibawa ke ruang yang lebih modern. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamen Ekraf dukung fesyen wastra meluas hingga pasar regional
• 11 jam lalu
0
thumb
17 Agustus 2026 Naik KRL-LRT Cuma Rp8, Tiket KA Jarak Jauh Diskon 17 Persen
• 4 jam lalu
0
thumb
Emiten Poultry CPIN-JPFA Cs Diproyeksi Bangkit di Semester II-2026
• 16 jam lalu
0
thumb
KPK Panggil Wakil Bupati Lombok Barat Terkait Kasus Suap Ahmad Zaini
• 8 jam lalu
0
thumb
RSUD Dr. Pirngadi Medan Benahi Layanan Jelang Usia 100 Tahun
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.