Uji Coba Lawan PSM Makassar Jadi Laga Penting PSS Sleman: Tolok Ukur Kelayakan Bersaing di Super League

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SLEMAN — PSS Sleman mulai meningkatkan persiapan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027. Laga uji coba menghadapi PSM Makassar menjadi salah satu agenda penting untuk mengukur perkembangan tim.

Kedua tim sama-sama tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi musim baru. PSM bahkan sedang menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta, sehingga duel dengan PSS menjadi kesempatan untuk menguji hasil latihan selama pramusim.

Namun, hingga kini belum ada jadwal resmi mengenai waktu pertandingan kedua tim.

PSS sebelumnya telah menjalani satu laga uji coba dengan menghadapi Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Super Elang Jawa.

Sementara itu, PSM memiliki modal lebih baik setelah menundukkan Persita Tangerang dengan skor 3-1 dalam laga uji coba di Yogyakarta.

Bagi PSS, pertandingan melawan PSM akan menjadi ujian dengan level yang lebih tinggi.

Huistra Belum Puas

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, melihat masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum tim benar-benar siap menghadapi kompetisi.

Kemenangan atas Kendal Tornado memang memberikan hasil positif. Namun, Huistra tidak ingin menjadikan skor sebagai satu-satunya ukuran perkembangan tim.

Pelatih asal Belanda tersebut justru menyoroti energi dan karakter yang ditunjukkan pemain sepanjang pertandingan.

Menurutnya, kedua aspek tersebut bisa menjadi fondasi penting dalam membangun tim.

Namun, dari sisi teknis dan taktik, PSS masih harus melakukan banyak pembenahan.

“Menurut saya, dari sisi karakter, terutama energi yang kami tunjukkan di dalam pertandingan, sudah cukup baik. Namun, secara teknis dan taktik, kami masih bisa berkembang jauh lebih baik. Kami memang membuat banyak kesalahan, di pertandingan pertama musim ini,” ujar Huistra, dikutip I.League, Kamis (13/8/2026).

Kesalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Huistra untuk memperbaiki permainan PSS secara bertahap.

Dia bahkan tidak mempermasalahkan jika pemain masih melakukan kesalahan pada pertandingan pramusim.

Justru, kesalahan tersebut dianggap sebagai bagian dari proses pembentukan tim.

“Saya justru senang para pemain masih melakukan kesalahan. Sebab, jika sejak pertandingan pertama mereka sudah melakukan semuanya dengan benar, saya tidak akan punya banyak pekerjaan lagi,” katanya.

PSM Jadi Ujian Lebih Berat

Laga menghadapi PSM berpotensi memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kesiapan PSS.

PSM memiliki skuad yang juga sedang dibangun Darije Kalezic. Sejumlah pemain baru telah bergabung, termasuk bek jangkung asal Serbia Nenad Lalic dan winger Luka Bulatovic.

Pasukan Ramang juga memiliki sejumlah pemain berpengalaman yang dapat memberikan tekanan lebih besar kepada lini belakang PSS.

Karena itu, pertandingan tersebut tidak hanya penting untuk mencari kemenangan.

Huistra bisa menggunakan laga melawan PSM untuk melihat sejauh mana pemain mampu menerapkan prinsip permainan ketika menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.

Dari pertandingan tersebut, pelatih juga dapat mengukur koordinasi antarlini, efektivitas pressing, transisi permainan, hingga kemampuan pemain dalam mengambil keputusan ketika berada di bawah tekanan.

Masih Ada Waktu Berbenah

Huistra menyadari PSS belum berada pada kondisi ideal.

Namun, masih tersedia waktu sebelum kompetisi resmi dimulai. Waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai kelemahan yang muncul selama pertandingan pramusim.

Bagi PSS, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan.

Tim membutuhkan pertandingan demi pertandingan untuk menemukan komposisi terbaik sekaligus membangun koneksi antarpemain.

“Sekarang kami akan terus bekerja bersama, memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut, dan membuat tim ini menjadi lebih baik,” pungkas Huistra.

Karena itu, duel melawan PSM nantinya bisa menjadi salah satu ujian penting bagi PSS sebelum memasuki Super League 2026/2027.

Jika mampu tampil kompetitif menghadapi Pasukan Ramang, PSS akan mendapatkan gambaran bahwa proses pembentukan tim mulai berada di jalur yang tepat.

Sebaliknya, jika masih banyak celah terlihat, laga tersebut menjadi kesempatan bagi Huistra untuk segera melakukan perbaikan.

Uji coba PSS versus PSM akhirnya bukan sekadar pertandingan pramusim. Duel ini bisa menjadi tolok ukur seberapa jauh kedua tim telah berkembang sebelum benar-benar terjun ke persaingan Super League 2026/2027.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saat Latihan Indonesia-China Picu Kekhawatiran Taiwan, TNI AL Bicara soal Persahabatan
• 16 jam lalu
0
thumb
Waduh! Mobil Seret Motor Ratusan Meter di Palembang Viral, Penyebabnya Diduga Pelecehan Seksual Sesama Jenis
• 21 menit lalu
0
thumb
Siswa Sespimmen Polri Temui Bupati Brebes, Dalami soal Distribusi Pupuk Subsidi Petani
• 5 jam lalu
0
thumb
KPK Geledah Rumah Pemeriksa Pajak di Malang, Sita LM 1,3 Kg-Duit Rp 100 Juta
• 9 jam lalu
0
thumb
PSSI Panggil 2 Pemain Muda Persib ke Timnas Indonesia U-20, Absen Pramusim di Bali
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.