Hulu Sungai Utara: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perbatasan Desa Mawarsari dan Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah. Pasalnya, kebakaran tersebut mendekati bangunan sekolah.
"Api berkobar membakar lahan hampir 12 jam lamanya dan sudah mendekati pemukiman termasuk sekolah," kata Kepala BPBD HSU Syamrani, dilansir dari Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dia mengakui medan menuju lokasi karhutla cukup berat. Akses ke titik api hanya berupa titian kayu sempit yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, sehingga menyulitkan mobilisasi peralatan pemadam berukuran besar.
Baca Juga :
Bantu Padamkan Karhutla di Kubu Raya, Pria 65 Tahun Meninggal DuniaTim Reaksi Cepat (TRC) BPBD HSU harus mengangkut pompa dan peralatan pemadaman menggunakan sepeda motor menembus jalur yang berisiko.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD HSU mengangkut pompa dan peralatan pemadaman menggunakan sepeda motor menembus titian kayu sempit menuju titik karhutla. (ANTARA/Firman)
Tantangan lain ialah ketiadaan sumber air di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat petugas memanfaatkan air lumpur yang tersisa di lahan rawa. Termasuk menggunakan ranting-ranting pohon untuk memukul titik api demi memadamkan karhutla.
"Petugas menerobos asap pekat untuk memadamkan api yang berjarak hanya beberapa meter dari bangunan sekolah," ungkap Syamrani.
Kerja keras petugas bersama masyarakat setempat akhirnya membuahkan hasil. Karhutla terbesar di HSU tersebut berhasil dikendalikan sepenuhnya tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.





Komentar (0)