Tokyo (ANTARA) - Kastil Kumamoto kembali dibuka untuk pengunjung pada Kamis usai pemerintah kota setempat melakukan serangkaian pemeriksaan terkait aspek keselamatan bangunan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,1 melanda wilayah barat daya Jepang tersebut.
Pemerintah kota menyampaikan bahwa hasil inspeksi yang dilakukan hingga Selasa (11/8) tidak menemukan masalah keselamatan bangunan yang dapat mengganggu kunjungan wisatawan ke situs bersejarah tersebut.
Namun, gempa yang terjadi pada 28 Juli lalu itu dilaporkan telah menyebabkan sebagian lantai menara utama menjadi tidak rata serta meruntuhkan dinding batu di 40 titik di kompleks kastil tersebut.
Kastil Kumamoto sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan parah akibat rangkaian gempa bumi dahsyat pada 2016 dan hingga kini masih dalam proses pemugaran. Pemerintah setempat menargetkan upaya restorasi tersebut akan selesai pada tahun fiskal 2052.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Topan Chan-hom melemah jadi depresi tropis setelah mendarat di Jepang
Baca juga: Hampir 22 ribu rumah rusak akibat gempa Kumamoto
Pemerintah kota menyampaikan bahwa hasil inspeksi yang dilakukan hingga Selasa (11/8) tidak menemukan masalah keselamatan bangunan yang dapat mengganggu kunjungan wisatawan ke situs bersejarah tersebut.
Namun, gempa yang terjadi pada 28 Juli lalu itu dilaporkan telah menyebabkan sebagian lantai menara utama menjadi tidak rata serta meruntuhkan dinding batu di 40 titik di kompleks kastil tersebut.
Kastil Kumamoto sebelumnya juga pernah mengalami kerusakan parah akibat rangkaian gempa bumi dahsyat pada 2016 dan hingga kini masih dalam proses pemugaran. Pemerintah setempat menargetkan upaya restorasi tersebut akan selesai pada tahun fiskal 2052.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Topan Chan-hom melemah jadi depresi tropis setelah mendarat di Jepang
Baca juga: Hampir 22 ribu rumah rusak akibat gempa Kumamoto






Komentar (0)