Karhutla Bromo Meluas, 4 Titik Api Terdeteksi di Seruni Point

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, hingga Kamis, 13 Agustus 2026 masih belum sepenuhnya padam. Kebakaran kini mulai mengancam kawasan wisata Seruni Point dengan terdeteksinya empat titik api di area tersebut.

Pemantauan dari udara menggunakan drone menunjukkan konsentrasi titik api terbesar berada di kawasan Seruni Point. Sementara itu, tim gabungan belum menemukan penambahan titik api yang signifikan di sejumlah wilayah lainnya.

Letkol Penerbang Septi Arun, Kasubdit Opslat Pusgeosau, mengatakan pemantauan dari udara dilakukan untuk memastikan lokasi titik api sekaligus mendeteksi kemungkinan munculnya kembali api di area yang sebelumnya telah dipadamkan.

“Kami pantau terdapat empat titik api dengan konsentrasi terbesar berada di kawasan Seruni Point,” ujar Septi.
 

Baca Juga :

Kebakaran di Bromo Mudah Meluas, Pakar Ungkap Penyebab dan Cara Penanganan


Menurutnya, tim juga telah melakukan pemantauan di sekitar kaldera Bromo. Dari hasil pemantauan tersebut, titik api saat ini terkonsentrasi di Seruni Point dan belum ditemukan titik api baru yang signifikan di area lainnya.

“Kami juga sudah memantau di seputaran kaldera. Sejauh ini di area selain dari yang Seruni Point tidak kami temukan titik-titik api,” katanya.

Untuk mendukung proses pemadaman, tim drone melakukan pemetaan lokasi kebakaran dari udara. Setiap titik api yang terdeteksi kemudian dicatat dalam bentuk koordinat untuk menjadi acuan bagi tim di lapangan. Koordinat tersebut selanjutnya dikirimkan kepada tim helikopter yang melakukan operasi water bombing. Dengan cara ini, penyiraman air dari udara dapat diarahkan secara lebih akurat ke lokasi yang masih terbakar.

“Tugas kami di sini adalah memantau titik-titik poin dari api ataupun mungkin area-area yang sudah dipadamkan namun di situ masih mungkin menimbulkan api,” jelas Septi.

Ia menambahkan, data dari drone menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan sasaran pemadaman dari udara.

“Koordinat yang kami dapat dari drone yang kami terbangkan itu kami kirimkan kepada tim, terutama tim heli untuk water bombing, sehingga tim bisa secara akurat melaksanakan kegiatan water bombing untuk pemadaman api,” ujarnya.

Selain pemantauan udara, upaya pemadaman juga dilakukan oleh ratusan personel gabungan. Tim yang terlibat berasal dari BNPB, BPBD, TNI, Polhut, Balai Besar TNBTS, relawan, hingga masyarakat setempat.

Untuk menjangkau titik api yang berada di kawasan perbukitan dan sulit diakses melalui jalur darat, tiga unit helikopter water bombing turut dikerahkan. Kondisi medan yang curam menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Karena itu, pemantauan udara dilakukan secara berkala untuk membantu tim menentukan lokasi yang menjadi prioritas penanganan.

Dengan empat titik api yang terpantau di Seruni Point, kawasan tersebut kini menjadi salah satu fokus utama penanganan karhutla Bromo. Tim gabungan berharap titik api dapat segera dikendalikan sehingga kebakaran tidak semakin meluas ke kawasan lainnya. Tim pemantauan udara juga terus mengawasi area yang telah dipadamkan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Penanganan karhutla di kawasan Bromo hingga kini masih berlangsung. Pemerintah dan tim gabungan terus mengupayakan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara untuk mencegah api meluas lebih jauh.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Memasuki Cuaca Panas, Dokter Sarankan Pasien Heatstroke Harus Segera Dapat Pendinginan
• 8 jam lalu
0
thumb
Ketua Komisi II DPR Dorong Pusat dan Daerah Percepat Layanan Adminduk
• 3 jam lalu
0
thumb
LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Nyaris Rampung, Tinggal Satu Pekerjaan
• 5 jam lalu
0
thumb
Profil Fahira Almira, Adik Sarah Keihl yang Viral Soal Kasus Salah Diagnosa Usus Buntu hingga Dituding Black Campaign
• 2 jam lalu
0
thumb
Perang Laut di Depan Mata? AS Tembaki Kapal di Teluk Oman, Iran dan Houthi Bergerak!
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.