Kualitas Udara Palembang Tak Sehat, Warga Diminta Waspadai Kabut Asap Malam hingga Pagi

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Palembang, tvOnenews.com - Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, dalam beberapa hari terakhir masuk kategori tidak sehat. Kondisi ini terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan yang berimbas pada sebaran kabut asap.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan konsentrasi asap berpotensi meningkat pada malam hingga menjelang pagi karena aktivitas pemadaman berkurang pada malam hari, termasuk tidak dilakukannya water bombing.

“Biasanya memang malam menjelang pagi akan meningkat, karena operasi pemadaman saat malam berkurang. Termasuk water bombing tidak dilakukan. Jadi malam ada potensi peningkatan sebaran asap,” ungkap Wandayantolis.

Berdasarkan data pemantauan Stasiun PM2.5 Musi II Palembang pada Senin (10/8/2026), kualitas udara mulai masuk kategori tidak sehat pada pukul 02.00 WIB dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 56,6 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut terus meningkat hingga mencapai 89,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB.

Sementara itu, kualitas udara tidak sehat terakhir tercatat sebesar 89,1 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WIB. Kondisi udara kemudian mulai masuk kategori sedang pada pukul 08.00 WIB.

“Kondisi penurunan udara ini baru terjadi dalam empat hari terakhir,” lanjutnya.

Wandayantolis mengatakan pihaknya belum dapat memastikan lokasi persis sumber asap yang masuk ke Kota Palembang. Namun, berdasarkan arah angin, asap diperkirakan berasal dari sebelah timur Palembang.

“Kami tidak bisa menentukan lokasi persis asal asap karhutla yang masuk ke Palembang. Berdasarkan arah angin, itu dari sebelah timur Palembang. Bisa jadi dari sekitaran OKI dan mengarah ke Jambi,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika bepergian, khususnya pada malam hari.

“Kita mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker saat bepergian agar tidak terdampak kabut asap,” tutupnya.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Isuzu Catat Kenaikan Pembelian Unit di GIIAS 2026, Elf Primadona
• 11 jam lalu
0
thumb
Penindakan Karhutla di Tanjung Jabung Barat Jambi, 4 Orang Ditetapkan Tersangka
• 9 jam lalu
0
thumb
Wamen Ekraf dukung fesyen wastra meluas hingga pasar regional
• 7 jam lalu
0
thumb
Musnahkan 1,3 Ton Ketamin, Menko Djamari: Hadiah HUT Ke-81 RI
• 9 jam lalu
0
thumb
Polisi Bongkar 99 Kasus Narkoba di Bekasi, 35.117 Obat Keras Disita
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.