Moskow (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan rencana Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengerahkan senjata-senjata baru di kawasan Asia-Pasifik menjadi ancaman bagi Rusia.
"Kami melihat potensi berkembangnya konflik di sini," kata Putin saat meninjau tahap akhir latihan Armada Pasifik di Yuzhno-Sakhalinsk, Rusia, Rabu (12/8) waktu setempat.
"NATO mulai merambah ke kawasan ini, blok militer-politik baru tengah dibentuk, dan sistem persenjataan baru sudah dikerahkan dan rencananya akan ditambah ke sini, yang praktis menimbulkan ancaman bagi negara (Rusia)," ujar dia menambahkan.
Menanggapi beragam perkembangan kawasan, Putin juga menyebut bahwa Jepang untuk pertama kalinya telah mengklasifikasikan Rusia sebagai sumber ancaman utama. Atas hal itu, Putin menegaskan bahwa Rusia tidak memiliki klaim apapun terhadap Jepang.
Sementara itu, pernyataan resmi NATO memandang keamanan kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik semakin saling terkait, khususnya sejak dimulainya konflik Ukraina pada 2022. Hal itu mendorong NATO dan Jepang memperkuat kolaborasi melalui Program Kemitraan yang Disesuaikan Secara Individual (Individually Tailored Partnership Programme). Jepang juga telah mendirikan Misi Diplomatik untuk NATO pada Januari 2025.
Pada akhir Juni, sistem rudal jarak menengah Typhon milik Amerika Serikat (AS) untuk sementara waktu ditempatkan di Pangkalan Udara Pasukan Bela Diri (Self-Defense Forces/SDF) Maritim Jepang di Kanoya, Prefektur Kagoshima, untuk latihan militer Valiant Shield 2026 yang diselenggarakan oleh AS. Sejak pecahnya konflik Ukraina, Jepang turut berkontribusi dalam Paket Bantuan Komprehensif (Comprehensive Assistance Package) NATO untuk Ukraina.
Putin menambahkan bahwa ketegangan geopolitik juga semakin meningkat di Arktik dan menyebutkan bahwa Rusia selalu menegaskan kesiapannya untuk melakukan kerja sama internasional di sepanjang Rute Laut Utara.
"Kami melihat potensi berkembangnya konflik di sini," kata Putin saat meninjau tahap akhir latihan Armada Pasifik di Yuzhno-Sakhalinsk, Rusia, Rabu (12/8) waktu setempat.
"NATO mulai merambah ke kawasan ini, blok militer-politik baru tengah dibentuk, dan sistem persenjataan baru sudah dikerahkan dan rencananya akan ditambah ke sini, yang praktis menimbulkan ancaman bagi negara (Rusia)," ujar dia menambahkan.
Menanggapi beragam perkembangan kawasan, Putin juga menyebut bahwa Jepang untuk pertama kalinya telah mengklasifikasikan Rusia sebagai sumber ancaman utama. Atas hal itu, Putin menegaskan bahwa Rusia tidak memiliki klaim apapun terhadap Jepang.
Sementara itu, pernyataan resmi NATO memandang keamanan kawasan Euro-Atlantik dan Indo-Pasifik semakin saling terkait, khususnya sejak dimulainya konflik Ukraina pada 2022. Hal itu mendorong NATO dan Jepang memperkuat kolaborasi melalui Program Kemitraan yang Disesuaikan Secara Individual (Individually Tailored Partnership Programme). Jepang juga telah mendirikan Misi Diplomatik untuk NATO pada Januari 2025.
Pada akhir Juni, sistem rudal jarak menengah Typhon milik Amerika Serikat (AS) untuk sementara waktu ditempatkan di Pangkalan Udara Pasukan Bela Diri (Self-Defense Forces/SDF) Maritim Jepang di Kanoya, Prefektur Kagoshima, untuk latihan militer Valiant Shield 2026 yang diselenggarakan oleh AS. Sejak pecahnya konflik Ukraina, Jepang turut berkontribusi dalam Paket Bantuan Komprehensif (Comprehensive Assistance Package) NATO untuk Ukraina.
Putin menambahkan bahwa ketegangan geopolitik juga semakin meningkat di Arktik dan menyebutkan bahwa Rusia selalu menegaskan kesiapannya untuk melakukan kerja sama internasional di sepanjang Rute Laut Utara.






Komentar (0)