50.000 Tentara Korea Utara Akan Dikerahkan? Rusia Mendapat Dukungan Rudal dari Korea Utara

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Pada Selasa dini hari (11 Agustus), pasukan Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap Kyiv dan Zaporizhzhia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia menggunakan rudal yang dipasok Korea Utara dan memperingatkan bahwa kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara terus diperluas.

Di sisi lain, pasukan Ukraina terus melakukan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia untuk memaksa Moskow kembali ke meja perundingan. Pada Selasa, Zelenskyy juga mengkonfirmasi bahwa Ukraina telah menyerahkan proposal terbaru untuk mengakhiri perang kepada perwakilan Amerika Serikat.

Dalam kegelapan malam, api berkobar sementara petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di tengah asap tebal dan puing-puing. Pada Selasa, rudal balistik Rusia menghantam Distrik Shevchenkivskyi di Kyiv, menyebabkan sebuah rumah sakit mengalami kerusakan parah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukannya menyerang pusat penyortiran perusahaan Nova Poshta di Kyiv. Pusat tersebut dituduh digunakan untuk menyimpan dan mendistribusikan berbagai perlengkapan penggunaan ganda militer-sipil, termasuk komponen drone dan peralatan perang elektronik.

Di wilayah selatan Ukraina, Zaporizhzhia kembali mengalami serangan besar-besaran Rusia pada Selasa dini hari, setelah sebelumnya diserang pada Senin (10 Agustus).

Zelenskyy mengkonfirmasi bahwa dalam serangan tersebut, pasukan Rusia menggunakan rudal balistik yang dipasok Korea Utara, rudal jelajah hipersonik Zircon, serta bom udara berpemandu presisi KAB.

Serangkaian serangan tersebut menyebabkan setidaknya enam orang tewas dan lebih dari 20 orang terluka.

Pada saat yang sama, Zelenskyy kembali memperingatkan mengenai semakin dalamnya kerja sama militer antara Rusia dan Korea Utara.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy:  “Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Rusia mereka tidak lagi memiliki wilayah belakang strategis yang aman. Untuk pertama kalinya, mereka tidak dapat melancarkan perang tanpa bala bantuan dari Korea Utara. Sekarang mereka sedang mempersiapkan pengerahan pasukan Korea Utara tambahan di wilayah mereka. Bayangkan, mereka sudah menerima tambahan rudal balistik dari Korea Utara.”

Dalam beberapa hari terakhir, Zelenskyy mengungkapkan bahwa Pyongyang berencana mengerahkan antara 30.000 hingga 50.000 tentara Korea Utara ke Rusia.

Reuters mengutip pejabat dari badan intelijen militer Ukraina yang mengatakan bahwa satu unit rudal Korea Utara telah mulai dikerahkan ke Rusia bagian barat. Unit tersebut kemungkinan dilengkapi 120 rudal balistik dan enam kendaraan peluncur.

Data intelijen menunjukkan bahwa sejak akhir 2023, Rusia telah meluncurkan puluhan rudal yang dipasok Korea Utara ke wilayah Ukraina.

Selain itu, Zelenskyy memperingatkan bahwa Ukraina akan terus melakukan serangan jarak jauh terhadap wilayah Rusia untuk memaksa Moskow kembali ke meja perundingan.

Pada Selasa, drone Ukraina menyerang gudang perusahaan Wildberries di kota Voronezh, Rusia bagian selatan. Dalam beberapa pekan terakhir, raksasa ritel daring yang sering dijuluki “Amazon-nya Rusia” tersebut terus menjadi sasaran serangan Ukraina.

Pada Senin, pasukan Ukraina juga menyerang Republik Tatarstan, Rusia, yang berjarak lebih dari 1.100 kilometer dari perbatasan Ukraina. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang, sementara sebuah kilang minyak penting di wilayah tersebut mengalami kerusakan akibat serangan.

Emma Burrows, reporter Associated Press:  “Para pakar mengatakan bahwa Ukraina kini telah menghancurkan sekitar 35% kapasitas produksi bahan bakar Rusia. Pertanyaannya adalah, apakah serangan Ukraina cukup kuat untuk memaksa Putin menghentikan perang?”

Pada Selasa, Zelenskyy mengonfirmasi bahwa Ukraina telah menyerahkan proposal untuk mengakhiri perang kepada perwakilan Amerika Serikat.

 “Kami telah menyerahkan proposal kami kepada pihak Amerika. Amerika Serikat dapat membantu memperkuat pertahanan kami, khususnya dalam bidang pertahanan udara, serta memberikan tekanan kepada Rusia agar mengubah rencananya dan mempersiapkan diri untuk mengakhiri perang, bukan memperpanjangnya,” kata Zalenskyy. 

Laporan gabungan: Yi Jing, NTD Television


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Keranda dari Seniman untuk Taman Ismail Marzuki
• 21 jam lalu
0
thumb
Maruli Sebut Pembangunan Jembatan di OKI Jadi yang Tersulit, Material Diangkut Pakai Tongkang
• 7 jam lalu
0
thumb
Video: Hasil Rebalancing MSCI Dirilis, IHSG Anjlok Lebih Dari 1%
• 9 jam lalu
0
thumb
Ade Suhendra Satu-satunya Lokal di Tengah Dominasi Pelatih Portugal di BRI Super League 2026/2027
• 34 menit lalu
0
thumb
Kasus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine di Perairan Natuna Diusut Bareskrim Polri
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.