Mataram: Data penumpang kapal motor KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok masih simpang siur. Berdasarkan manifest, ada lima nama penumpang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya entah dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, ke Pelabuhan Padangbai, atau justru masih terkatung-katung di tengah laut.
Kepala Basarnas Lombok, Muhammad Haryadi, mengatakan hingga Kamis, 13 Agustus 2026, sesuai data Posko SAR di Pelabuhan Lembar, masih ada lima korban yang belum ditemukan.
"Sesuai data manifest penumpang kapal maka ada 5 orang yang belum ditemukan dan belum diketahui keberadaannya," ujarnya.
Kelima nama tersebut adalah Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar. Petugas sudah berupaya konfirmasi ke Lembar dan Padangbai, tetapi hingga pagi ini belum ada informasi.
Dari tujuh WNA yang ikut menjadi korban, semuanya selamat, termasuk Scott Jeremy, Samuel Albertinus Dully, Samuelle Sulla, Mariska Hinke, Simon Rudolf Albert, Carlos Soares Acosta, dan Alejandra Marerro. Satu WNA Australia bernama Aeleya Bee Tepaea Such yang tercantum di manifest tidak ditemukan dalam daftar penumpang WNA selamat.
Baca Juga :
212 Korban KMP Putri Yasmin Berhasil Dievakuasi
"Hari ini sejak pagi, petugas masih terus menyisiri lokasi kebakaran dengan seluruh personel dan peralatan yang ada. Namun belum ditemukan ada korban lain di tengah laut," ujar Haryadi.
Data penumpang disebut sangat kacau. Banyak sopir truk yang membawa penumpang tetapi tidak dicatat dalam manifest. Data resmi mencatat 236 orang di kapal saat insiden, terdiri dari 212 penumpang, 17 ABK, 3 cleaning service, 1 sekuriti, 1 pengganti koki, dan 2 kru kantin. Namun setelah evakuasi, jumlah korban melebihi data manifest.
"Ternyata banyak sopir truk yang membawa penumpang atau pekerja dan tidak terdata secara resmi," ujarnya.
Kepala SAR Mataram Muhamad Hariyadi menjawab pers di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu malam, 12 Agustus 2026. ANTARA/Dhimas B.P.
Kapal juga mengangkut 36 kendaraan R2 dan 19 kendaraan R4. Hasil penyelidikan awal menunjukkan ketidaksesuaian jumlah penumpang sebanyak 56 orang antara manifest dan fakta di lapangan, akibat pendataan sopir truk yang tidak menyertakan jumlah penumpang truk tersebut.
Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dan pemantauan. Masyarakat dan keluarga korban diimbau tetap tenang dan menunggu informasi resmi. Pemerintah akan terus berupaya menemukan kelima korban yang hilang dan memberikan pendampingan kepada keluarga terdampak. Proses evakuasi dan pencarian akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan.





Komentar (0)