AI Bisa Menghemat Banyak Waktu, tetapi Ada Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Saat Menyerahkan Pekerjaan

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Kecerdasan buatan atau AI semakin banyak digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Mulai dari membuat draf email, merangkum dokumen, mencari ide, menerjemahkan teks, menganalisis data, hingga membantu menulis kode, AI mampu memangkas pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan risiko baru. Salah satu kesalahan terbesar adalah menganggap hasil AI selalu benar hanya karena jawabannya terlihat meyakinkan.

Baca Juga :
7 HP Baru 2026 untuk Produktivitas, Fitur AI Mulai Mengubah Cara Pengguna Bekerja, Berkomunikasi, dan Aktivitas
Sering Pakai AI? Ini Risiko Keamanan Siber yang Jarang Disadari

Dikutip VIVA Kamis, 13 Agustus 2026, OpenAI menjelaskan bahwa model bahasa masih dapat menghasilkan halusinasi, yaitu jawaban yang terdengar masuk akal tetapi sebenarnya tidak benar. Kesalahan tersebut dapat berupa fakta, tanggal, definisi, kutipan, penelitian, hingga referensi yang sebenarnya tidak ada.

AI Bukan Pengganti Pemeriksaan Manusia

Ilustrasi AI
Photo :
  • Istimewa

Kesalahan pertama yang sering dilakukan pengguna adalah menyerahkan pekerjaan kepada AI lalu langsung menggunakan hasilnya tanpa pemeriksaan.

Untuk pekerjaan sederhana, pendekatan tersebut mungkin terlihat tidak bermasalah. Namun, risiko menjadi lebih besar ketika AI digunakan untuk membuat laporan, artikel, keputusan bisnis, analisis keuangan, dokumen hukum, atau informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Google juga menjelaskan bahwa pengguna perlu mengevaluasi akurasi respons AI ketika menggunakan teknologi generatif. AI bekerja dengan mengenali pola dari data, bukan seperti manusia yang memahami dunia secara langsung.

Karena itu, AI sebaiknya diposisikan sebagai asisten, bukan pihak terakhir yang menentukan apakah sebuah informasi benar.

1. Terlalu Percaya pada Jawaban yang Terdengar Meyakinkan

AI memiliki kemampuan menghasilkan kalimat yang rapi dan meyakinkan. Justru hal tersebut dapat membuat kesalahan lebih sulit dikenali.

Sebuah jawaban yang salah bisa disampaikan dengan struktur yang sangat profesional. Jika pengguna tidak melakukan pemeriksaan, informasi tersebut dapat diteruskan kepada pelanggan, rekan kerja, atau bahkan dipublikasikan.

OpenAI secara langsung mengingatkan bahwa ChatGPT dapat memberikan jawaban yang salah meskipun terdengar percaya diri. Karena itu, informasi penting sebaiknya diverifikasi melalui sumber yang dapat dipercaya.

2. Meminta AI Mengerjakan Semuanya Sekaligus

Kesalahan lainnya adalah memberikan instruksi terlalu luas seperti, "Kerjakan semuanya untuk saya." Cara tersebut memang praktis, tetapi hasilnya belum tentu sesuai kebutuhan.

Baca Juga :
Ramai TV 100 Inci Pakai Teknologi AI, Apa Fungsinya?
Layanan Berkecepatan Tinggi dengan Jangkauan Luas, Telkom Perkenalkan Connectivity+
BPK Ungkap Tantangan Government 5.0 Menuju Indonesia Emas 2045, dari AI hingga Keamanan Siber

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Cara Mengatasi Sinyal iPhone Tiba Tiba Hilang
• 18 jam lalu
0
thumb
Bunuh Pejabat, Mantan Anggota DPR Ini Mengaku di Livestream YouTube
• 4 jam lalu
0
thumb
Prabowo Pilih Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Ini Alasannya
• 16 jam lalu
0
thumb
FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Pertaruhan John Herdman: Harus Juara atau Terancam Dipecat
• 11 jam lalu
0
thumb
Presiden Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS di Istana, Ini yang Dibahas
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.