PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) tengah mempersiapkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan right issue.
IDXChannel– PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) tengah mempersiapkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan potensi dana yang dihimpun mencapai sekitar Rp1,91 triliun. Di tengah proses tersebut, perseroan juga mencatat perubahan kepemilikan saham oleh sejumlah pemegang saham.
Dalam rencana rights issue tersebut, CBRE berencana menerbitkan maksimal sekitar 12,76 miliar saham baru. Dokumen aksi korporasi saat ini masih dalam tahap evaluasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perseroan menyampaikan bahwa proses rights issue masih berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. CBRE juga tengah memenuhi sejumlah hal yang menjadi perhatian serta permintaan klarifikasi regulator dalam proses penelaahan dokumen.
Manajemen CBRE menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memenuhi permintaan dan memberikan klarifikasi yang diperlukan. Perseroan menegaskan pelaksanaan rights issue akan dilakukan sesuai dengan ketentuan pasar modal yang berlaku.
Di tengah persiapan aksi korporasi tersebut, terdapat perubahan kepemilikan saham CBRE oleh Andry Hakim dan Republik Capital Indonesia yang tercatat pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/8/2026), Andry Hakim membeli 22.761.349 saham CBRE pada 6 Agustus 2026 dengan harga Rp700 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp15,93 miliar. Setelah transaksi, kepemilikannya meningkat dari 230.000.074 saham atau 5,07 persen menjadi 252.761.423 saham atau 5,57 persen.
Dalam laporan kepemilikan saham tertanggal 12 Agustus 2026, Andry Hakim tercatat bukan merupakan pengendali CBRE. Tujuan transaksi yang dicantumkan dalam laporan adalah investasi.
Sementara itu, Republik Capital Indonesia tercatat menjual 90.761.349 saham CBRE pada harga Rp700 per saham pada 6 Agustus 2026. Nilai transaksi penjualan tersebut mencapai sekitar Rp63,53 miliar.
Setelah transaksi, kepemilikan Republik Capital Indonesia turun dari 513 juta saham atau 11,30 persen menjadi 422.238.651 saham atau 9,30 persen.
Dalam keterbukaan informasi tertanggal Selasa (11/08/2026), Republik Capital Indonesia mencantumkan rebalancing portofolio sebagai tujuan transaksi dan tercatat bukan sebagai pengendali CBRE.
Meski transaksi Andry Hakim dan Republik Capital Indonesia berlangsung pada tanggal dan harga yang sama, keterbukaan informasi masing-masing pihak tidak menyebutkan adanya transaksi langsung antara kedua pihak tersebut.
Rencana rights issue CBRE dan perubahan kepemilikan saham tersebut menjadi bagian dari perkembangan terbaru perseroan di pasar modal. Adapun pelaksanaan rights issue masih menunggu proses evaluasi dan pemenuhan ketentuan yang berlaku.
(Shifa Nurhaliza Putri)






Komentar (0)