Merayakan Keindahan Gerhana Matahari Total

kompas.id
18 jam lalu
Cover Berita

Gerhana matahari dirayakan meriah oleh sebagian masyarakat dunia, khususnya masyarakat Eropa yang wilayahnya menjadi perlintasan fenomena alam yang menakjubkan ini. Sebagian wilayah di Eropa bisa menikmati gerhana matahari ini. Ada negara yang bisa menikmati gerhana matahari total, sedang sebagian wilayah lainnya hanya bisa melihat gerhana sebagian.

Spanyol bagian utara, Greenland, Islandia, sebagian kecil timur laut Portugal, dan wilayah Rusia bagian utara adalah daerah yang dilalui jalur gerhana matahari total pada Rabu (12/8/2026). Greenland adalah negara yang paling lama bisa menyaksikan gerhana matahari total, yaitu lebih dari dua menit.

Wilayah yang terkena gerhana matahari total akan mengalami fenomena langka dimana siang berlahan-lahan menjadi gelap. Saat puncak gerhana, suasana berubah gelap seperti saat sore menjelang malam.

Gerhana ini merupakan gerhana total pertama di daratan Eropa sejak 2006. Sepanjang sejarah manusia, gerhana telah membuat manusia takjub, heranan, takut, dan rasa hormat, karena gerhana telah mengubah kenormalan untuk sementara waktu, menciptakan senja yang aneh di mana suhu turun, bayangan muncul pada sudut yang aneh, dan beberapa hewan tertidur.

Gerhana Matahari Total. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Korona Matahari. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Sepasang kekasih berciuman saat gerhana matahari sebagian di bekas bandara Tempelhof Berlin, Jerman, Rabu (12/8/2026). (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Bulan menutupi sebagian matahari saat gerhana matahari di dekat patung Manusia Molekul di Berlin, Jerman, Rabu (12/8/2026). (AP Photo/Markus Schreiber)

Berbagai cara mereka lakukan untuk bisa menikmati fenomena alam ini. peralatan sederhana hingga canggih mereka gunakan untuk bisa menjadi saksi sejarah peristiswa alam yang belum tentu akan bisa dinikmati lagi di sisa umur mereka.

Bagi yang memiliki teropong atau kamera canggih mereka akan membawa dan menggunakannya. Namun, gerhana matahari ini tetap bisa dinikmati menggunakan peralatan sederhana, seperti kacamata gelap, kacamata las, kertas gelap, plastik rotgen, hingga peralatan rumah tangga seperti panci. Gerhana matahari tidak memandang strata sosial dan ekonomi untuk bisa dinikmati.

Menggunakan Kacamata Las. (AP Photo/Martin Meissner)

Kacamata Gerhana Modifikasi. (AFP/Josep Lago)

Menggunakan Peralatan Dapur. (AP Photo/Jon Super)

Kacamata Gerhana. (AFP/Philippe Lopez)

Kacamata Gerhana dan Sang Idola. (AP Photo/Alberto Saiz)

Peralatan Seadanya .(AP Photo/Petr David Josek)

Mereka berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat yang menjadi lokasi terbaik. Mulai dari padang savana, pantai, gunung, hingga gedung tinggi penuh oleh manusia. Belum atau tidak ada lembaga yang menghitung ada berapa ratus juta orang yang menikmati fenomena ini. Gerhana matahari total seakan menyatukan warga untuk nobar atau nonton bareng.

Gerhana matahari total seakan menyatukan mereka dari segala perbedaan pandangan politik, agama, ras, hingga menjadi jeda sejenak dari gelombang panas yang menyebabkan kebakaran hebat di sebagian Eropa dan kesulitan ekonomi akibat gejolak global seperti perang dan perang tarif dagang yang tidak kunjung mereda.

Semua menikmati dan semua merayakan fenomena langka yang entah kapan lagi bisa dinikmati.

Baca JugaGerhana Matahari 1983 dan 2016: Memutus Ketakutan Massal Menjadi Perayaan Bersama
Baca JugaMemahami Pusat Tata Surya Melalui Gerhana Matahari


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Pejabat BI Usulan Prabowo
• 19 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Perlu Jaga Kepastian Regulasi Agar Investasi Jalan Tol Tetap Menarik
• 15 jam lalu
0
thumb
Serunya Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Dinas Pertanian Jeneponto
• 18 jam lalu
0
thumb
Jarak Bukan Halangan, SD Negeri 67 Buakang Paliang Meriahkan Perkemahan Pramuka di Buper Sapabintoeng
• 14 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 dan Tembus Rp2,7 Juta per Gram
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.