Cempaka Baru Jakpus miliki 140 nasabah aktif setor ke Bank Sampah

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat mencatat sekitar 140 nasabah aktif yang rutin menyetorkan sampah anorganik keBank Sampah RW 08 sebagai upaya mengurangi sampah dari sumber.

Lurah Cempaka Baru Rahmat Hidayat mengatakan bank sampah yang berdiri sejak 2018 itu semakin aktif setelah adanya program Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026.

"Rata-rata setiap kali penimbangan mencapai 80 hingga 150 kilogram, tergantung jenis sampahnya. Dalam satu bulan, total sampah anorganik yang terkumpul bisa mencapai 1 hingga 2 ton," kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mengungkapkan pengumpulan sampah dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Sabtu.

Sampah yang telah dipilah warga kemudian ditimbang dan dijual secara mandiri kepada pengepul atau penjual yang menawarkan harga tertinggi.

Rahmat mengatakan mekanisme tersebut diterapkan agar manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah dapat dirasakan langsung oleh warga sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.

"Kami cari harga tertinggi di mana, baru setelah itu dijual ke sana. Jadi hari ini ditimbang, hari ini juga langsung dijual. Ini salah satu cara untuk memancing warga supaya semakin aktif karena mereka melihat manfaat ekonominya," ujarnya.

Untuk memperkuat gerakan pemilahan sampah, Kelurahan Cempaka Baru melibatkan kader Jumantik dan Dasawisma sebagai penggerak di tingkat RT.

Kelurahan juga berencana menggelar lomba pemilahan sampah antar-RT dari RT 01 hingga RT 15 dengan memberikan penghargaan kepada wilayah yang dinilai berhasil mengelola sampah.

Rahmat mengatakan dari 10 RW di Cempaka Baru, delapan RW telah menjalankan bank sampah, yakni RW 01, 02, 03, 07, 08, 09, dan 10, sedangkan RW 04 dan RW 05 masih dalam tahap pengembangan.

Menurut dia, pengelolaan sampah anorganik di RW 08 telah mencapai 100 persen.

Sementara itu, tingkat pengelolaan di RW lainnya berada pada kisaran 70-80 persen.

"Alhamdulillah di RW 8 sudah 100 persen sampah anorganiknya terkelola. Di RW lain juga cukup bagus, antara 70 sampai 80 persen, karena kami melibatkan kader-kader yang aktif di masing-masing wilayah," katanya.

Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat budaya pilah sampah lewat Bank Sampah Pintar Kemilau

Baca juga: Bank Jakarta bangun fasilitas pengolah limbah organik di Rorotan Jakut

Baca juga: Pemkot Jaktim perkuat pengelolaan sampah lewat "Bank Sampah Ceria"


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
10 Tahun Bersama, Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Resmi Menikah
• 19 jam lalu
0
thumb
KAI Cirebon catat 288.282 penumpang gunakan “Face Recognition”
• 13 jam lalu
0
thumb
Jaga Ekosistem Pulau Tikus, Pertamina Tanam 760 Terumbu Karang di Bengkulu
• 22 jam lalu
0
thumb
Keuangan Syariah Dinilai Kalah Agresif Rebut Pasar  
• 2 jam lalu
0
thumb
Emiten Poultry CPIN-JPFA Cs Diproyeksi Bangkit di Semester II-2026
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.