Anggota DPR Heran Ada Pejabat Pajak Mau Jadi Hakim Agung

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi PDI-P Wayan Sudirta heran ada pejabat pajak yang mau menjadi hakim agung.

Wayan menyampaikan bahwa pejabat pajak bukanlah jabatan sembarang, sedangkan tugas hakim sangat berat.

Momen itu terjadi saat Hari Sih Advianto menjalani fit and proper test sebagai calon Hakim Agung Kamar Tata Usaha (Pajak) di Komisi III DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

"Sejak kapan saudara bercita-cita menjadi hakim? Dan kenapa mesti menjadi hakim? Padahal pejabat pajak itu bukan jabatan yang sembarangan. Kok ingin menjadi hakim? Kan tantangan menjadi hakim itu kan berat," ujar Wayan kepada Hari.

Baca juga: Calon Hakim Agung: Penerimaan Pajak Kita Tidak Baik, Pengaruhi Ketahanan APBN

Wayan meminta Hari menjelaskan latar belakangnya lebih detail demi meyakinkan para anggota DPR.

Hanya saja, jika melihat gestur Hari, Wayan merasa Hari sudah sangat yakin bisa lolos menjadi Hakim Agung.

"Saudara punya keyakinan yang tinggi untuk jadi hakim. Tapi kami perlu tahu, perlu cerita yang lebih menyentuh, kenapa saudara layak diloloskan sebagai Hakim Agung?" tanya Wayan.

Baca juga: Putusan Hakim Konstitusi Tutup Ruang Simpatisan Main Lapor Penghinaan Presiden dan Wapres

Setelahnya, barulah Hari memaparkan latar belakangnya. Hari mengungkapkan dirinya sudah bekerja di Direktorat Jenderal Pajak sejak tahun 1991-2009.

Lalu, Hari pindah menjadi widyaiswara perpajakan untuk mengajar para pegawai di pengadilan pajak.

"Saya tenaga pengajar dan trainer untuk pegawai di pengadilan pajak, di Pusdiklat Perpajakan," ucap Hari.

Baca juga: Kecam Challenge Hafalan Al Quran Hadiah Miras, MUI Jakut: Tapi Jangan Main Hakim Sendiri

Hari menyampaikan, ketika ada rekrutmen hakim, dirinya langsung mendaftar.

Dia mengakui bahwa dirinya tidak memiliki basic hukum, karena sepanjang karirnya bekerja di bidang akuntansi.

Akan tetapi, Hari menyebut dirinya sudah belajar hukum, dan bahkan mengambil S3 jurusan hukum..

"Memang betul tidak ada rencana sebenarnya, karena basic saya memang akuntansi. Jadi memang tidak di bidang hukum. Setelah ada kesempatan itu, baru kami belajar hukum sampai akhirnya ambil S3 hukum," jelasnya.

Baca juga: Calon Hakim Ungkap Alasan Banyak Dispensasi Nikah Diberikan ke Anak di Bawah 19 Tahun

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Terkait motivasinya untuk menjadi Hakim Agung, Hari mengatakan dirinya ingin bermanfaat bagi masyarakat.

"Mengenai motivasi menjadi Hakim Agung, kita semua punya kewajiban mengembangkan talenta diri. Dan manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain. Saya hanya ingin jalankan hal tersebut agar yang saya miliki lebih bermanfaat," imbuh Hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Karhutla Bromo Berimbas ke Ekonomi Warga karena Wisata Ditutup Total
• 1 jam lalu
0
thumb
Siswa Sespimmen Polri Temui Bupati Brebes, Dalami soal Distribusi Pupuk Subsidi Petani
• 35 menit lalu
0
thumb
Tanggapi Surat Terbuka Tim Hukum Jokowi ke MA, Refly Harun: Itu Pikiran Konyol
• 22 jam lalu
0
thumb
Rincian Lengkap Saham yang Masuk dan Keluar Rebalancing MSCI
• 10 jam lalu
0
thumb
Infrastruktur Internet Bertambah, Mutu Konektivitas di Daerah 3T Masih Senjang
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.