Karhutla Bromo Berimbas ke Ekonomi Warga karena Wisata Ditutup Total

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda ratusan ribu hektare di kawasan Bromo berimbas terhadap perekonomian warga lokal, karena kawasan wisata alam setempat masih ditutup.

Evy Afianasari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur (Jatim) membenarkan bahwa karhutla itu berdampak signifikan bagi industri pariwisata lokal, mulai dari pelaku UMKM hingga penyedia jasa pemandu wisata.

Sampai saat ini, Disbudpar masih berupaya mengkalkulasi besaran nilai kerugian yang dialami para warga lokal. Menurutnya nilai kerugian itu harus mendapat konfirmasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Memang pastinya ada kerugian dari industri pariwisata. Untuk perhitungannya berapa, kami masih dalam tahap perhitungan karena pihak TNBTS pun masih belum mau berklarifikasi atau konfirmasi terkait hal itu. Mereka masih fokus dulu terhadap pemadaman api,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).

Sebelumnya, seluruh akses ke wisata alam Bromo sempat dibuka secara terbatas bagi wisatawan. Namun pada Sabtu (8/8/2026), Balai Besar TNBTS resmi menutupnya pada pukul 22.00 WIB sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Evy pun mengimbau para calon wisatawan supaya mematuhi kebijakan TNBTS demi keselamatan bersama. Ia juga memastikan petugas gabungan sampai hari ini masih terus berjibaku melakukan upaya pemadaman karhutla tersebut.

“Jadi kami menghimbau para wisatawan memang hindari dahulu kawasan Bromo agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Evy.

Berdasarkan informasi resmi TNBTS, harga tiket masuk wisatawan nusantara dipatok senilai Rp54 ribu pada hari kerja dan Rp79 ribu pada hari libur. Sementara itu, tiket masuk wisatawan mancanegara senilai Rp225 ribu pada hari kerja maupun hari libur.

Evy menyebut jumlah kunjungan harian ke destinasi wisata Gunung Bromo pada hari libur dapat tembus enam ribu orang per harinya. Sementara pada hari kerja, rata-rata jumlah kunjungan berkisar sampai dua ribu orang.

Seharusnya, lanjut Evy, momentum bulan Agustus ini menjadi periode peak season kunjungan wisatawan asing ke Gunung Bromo, sehingga menjadi pemasukan bagi para pelaku usaha lokal di wilayah setempat.

“Ini yang banyak malah kemungkinan mancanegara karena mereka lagi summer kan. Jadi, memang ini agak mengecewakan, tapi saya yakin kalau wisatawan global pasti amat sangat paham ini, mereka juga amat sangat menghormati alam pastinya,” ungkapnya.

Untuk itu, Evy menyebut pendataan nilai kerugian imbas karhutla Bromo penting dilakukan untuk merumuskan program pendampingan dan bantuan bagi masyarakat lokal guna memulihkan ekosistem wisata pascakebakaran.

“Makanya kita himpun apa saja dampak-dampak kerugiannya, apakah yang bisa kita lakukan untuk industri pariwisatanya ini. Untuk ya paling tidak bukan mengganti kerugiannya, tapi apakah yang bisa dilakukan oleh Disbudpar nanti. Kami berhitung dulu,” ujarnya.

Sebagai upaya mitigasi ke depannya bagi para wisatawan, Evy bakal merekomendasikan aturan kunjungan ke kawasan Bromo dengan tidak membawa barang-barang pemicu api.

“Ke depan, kami menyarankan agar pengunjung dilarang membawa rokok, baik rokok konvensional maupun vape,” ucap dia. ​

Terkait proses pemulihan vegetasi alam yang hangus terbakar, Evy menyebut bakal membutuhkan waktu lama dan diperlukan program khusus untuk mempercepat pemulihan lahan.

“Seperti kasus tahun lalu, butuh waktu cukup lama untuk menghijaukan kembali. Mungkin nanti akan ada program khusus berupa pemulihan lahan atau bagaimana. Dampak kebakarannya sudah cukup luas, jadi semua pintu sekarang juga sudah ditutup,” tandasnya.(wld/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
1.000 Hektare Lahan Pertanian di Jatim Terancam Kekeringan
• 21 jam lalu
0
thumb
Malaysia Siap Tambah Mesin Gol Naturalisasi, Jay Idzes Dapat Lawan Sulit Jelang Laga Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Rico Waas Minta Perangkat Daerah Terapkan ASB Secara Konsisten
• 19 jam lalu
0
thumb
MenPAN-RB Bicara Transformasi Digital untuk Mudahkan Layanan Publik
• 20 jam lalu
0
thumb
Asap Merah Putih Akan Hias Langit Jakarta pada HUT Ke-81 RI, Wakasau Tinjau Kesiapan Sistem
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.