Sebelumnya, IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini menguat. Namun, tekanan jual mulai terlihat. Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG melemah 33,46 poin atau 0,52 persen ke level 6.340,39. Indeks LQ45 juga bergerak turun 4 poin atau 0,63 persen ke posisi 629,84. Pasar Tunggu Dampak Review MSCI Pergerakan IHSG hari ini menjadi respons jangka pendek investor terhadap hasil tinjauan MSCI atas saham-saham Indonesia untuk periode Agustus 2026. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG justru ditutup menguat1,69 persen ke level 6.373,85. Penguatan tersebut terutama didorong antisipasi pasar terhadap pengumuman MSCI August Index Review.
Ekspektasi bahwa tidak akan ada kejutan negatif dari hasil tinjauan tersebut mendorong aksi bargain hunting dan pre-positioning investor. Sejumlah saham Grup Barito menjadi perhatian, termasuk BREN, BRPT, CUAN, dan PTRO.
Baca juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound, Simak Level Support dan Resistance
Untuk perdagangan hari ini IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, secara teknikal IHSG kembali mendekati area resistance 6.385. Jika level tersebut berhasil ditembus (breakout), IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target berikutnya di 6.450.
Di sisi lain, area 6.240-6.190 menjadi level support yang perlu diperhatikan investor. Dengan posisi IHSG yang masih berada dekat resistance, pergerakan indeks tetap perlu dicermati karena keberhasilan menembus level tersebut akan menjadi sinyal penting bagi arah pasar selanjutnya. Inflasi AS Jadi Katalis Positif Dari pasar global, sentimen positif datang dari data inflasi Amerika Serikat pada Juli. Inflasi AS tercatat turun menjadi 3,4 persen secara tahunan (YoY) dari sebelumnya 3,5 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Sementara itu,core inflation juga melandai menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen. Perlambatan inflasi tersebut memperkuat peluang The Fed mengambil sikap yang lebih dovish. Jika ekspektasi tersebut berlanjut, kondisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi aliran dana ke pasar negara berkembang (emerging market), termasuk Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)






Komentar (0)