IHSG Hari Ini Melemah 0,52%, Pasar Cermati Hasil Review MSCI

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis pagi. Pelaku pasar mencermati hasil MSCI August Index Review yang menjadi salah satu sentimen utama pergerakan saham Indonesia.
 
Sebelumnya, IHSG pada pembukaan perdagangan pagi ini menguat. Namun, tekanan jual mulai terlihat. Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG melemah 33,46 poin atau 0,52 persen ke level 6.340,39. Indeks LQ45 juga bergerak turun 4 poin atau 0,63 persen ke posisi 629,84. Pasar Tunggu Dampak Review MSCI Pergerakan IHSG hari ini menjadi respons jangka pendek investor terhadap hasil tinjauan MSCI atas saham-saham Indonesia untuk periode Agustus 2026. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG justru ditutup menguat1,69 persen ke level 6.373,85. Penguatan tersebut terutama didorong antisipasi pasar terhadap pengumuman MSCI August Index Review.
 
Ekspektasi bahwa tidak akan ada kejutan negatif dari hasil tinjauan tersebut mendorong aksi bargain hunting dan pre-positioning investor. Sejumlah saham Grup Barito menjadi perhatian, termasuk BREN, BRPT, CUAN, dan PTRO.
  Baca juga: IHSG Hari Ini Berpeluang Rebound, Simak Level Support dan Resistance
Untuk perdagangan hari ini IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, secara teknikal IHSG kembali mendekati area resistance 6.385. Jika level tersebut berhasil ditembus (breakout), IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju target berikutnya di 6.450.

Di sisi lain, area 6.240-6.190 menjadi level support yang perlu diperhatikan investor. Dengan posisi IHSG yang masih berada dekat resistance, pergerakan indeks tetap perlu dicermati karena keberhasilan menembus level tersebut akan menjadi sinyal penting bagi arah pasar selanjutnya. Inflasi AS Jadi Katalis Positif Dari pasar global, sentimen positif datang dari data inflasi Amerika Serikat pada Juli. Inflasi AS tercatat turun menjadi 3,4 persen secara tahunan (YoY) dari sebelumnya 3,5 persen, sesuai dengan ekspektasi pasar.
 
Sementara itu,core inflation juga melandai menjadi 2,5 persen dari 2,6 persen. Perlambatan inflasi tersebut memperkuat peluang The Fed mengambil sikap yang lebih dovish. Jika ekspektasi tersebut berlanjut, kondisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi aliran dana ke pasar negara berkembang (emerging market), termasuk Indonesia.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jaga Ekosistem Pulau Tikus, Pertamina Tanam 760 Terumbu Karang di Bengkulu
• 23 jam lalu
0
thumb
Kurangi Ketergantungan APBN, ATI Dorong Peran Swasta Ikut Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol
• 11 jam lalu
0
thumb
Rencana Pemerintah Membatasi Pertalite, Politikus PKS Singgung Tentang Regulasi
• 39 menit lalu
0
thumb
Medan Terjal dan Jalur Berpasir Hambat Pemadaman Kebakaran Gunung Bromo
• 3 jam lalu
0
thumb
Pansus Angket Ricuh, Bupati Gowa Husniah Talenrang Hadirkan Perempuan Hamil 7 Bulan
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.