Atletico Madrid dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Tottenham Hotspur untuk memboyong bek tengah asal Argentina, Cristian Romero. Nilai transfer sang pemain disepakati berada di kisaran 34,2 juta poundsterling, lengkap dengan sejumlah bonus performa tambahan serta klausul sell-on sebesar 15 persen untuk penjualan di masa depan.
Meskipun berstatus sebagai kapten tim, kepergian Romero dari London Utara pada bursa transfer musim panas ini tampaknya telah diprediksi pendukung The Lilywhites. Hubungan yang merenggang serta penurunan fokus sang pemain pada level klub membuat langkah transfer ini dinilai sebagai solusi terbaik.
Selama lima musim berseragam Tottenham Hotspur dengan total 124 penampilan, Romero dinilai gagal memperlihatkan jiwa kepemimpinan yang konsisten. Mantan gelandang Spurs, Jamie O'Hara, melontarkan kritik pedas terkait kontribusi sang pemain di lapangan yang kerap merugikan tim akibat masalah kedisiplinan. Sepanjang kariernya di kompetisi domestik Inggris, ia tercatat telah mengoleksi empat kartu merah.
Tuduhan mengenai minimnya komitmen Romero kian memuncak di penghujung musim lalu saat klub berjuang keras di papan bawah. Romero dituding lebih memprioritaskan agenda pribadinya bersama tim nasional Argentina ketimbang membela klub di laga krusial.
“Ketika dia cedera di akhir musim dan kita semua melihatnya menangis, itu bukan untuk Tottenham; itu lebih untuk Argentina dan Piala Dunia mereka," kritik O'Hara seperti dilansir Sky Sport.
Keputusan Spurs melepas Romero dengan harga relatif murah memicu perdebatan hangat di kalangan pengamat sepak bola. Nilai pasar Romero dianggap merosot karena manajemen klub enggan melepasnya ke sesama kontestan Premier League. Arsenal kabarnya sempat menunjukkan ketertarikan serius, namun rivalitas historis yang sengit membuat Tottenham menutup rapat pintu negosiasi.
Langkah pelepasan Romero dipandang sebagai sinyal kuat dimulainya era baru di kubu London Utara. Manajemen Tottenham tampaknya telah mengantisipasi kepergian ini dengan mendatangkan sejumlah pemain bertahan tangguh seperti Jan Paul van Hecke dan Marcos Senesi guna memperkokoh lini pertahanan sekaligus memulihkan keharmonisan di dalam ruang ganti.





Komentar (0)