Baca juga: Vending Machine Jepang Mulai Berubah, Tak Lagi Cuma Jual Minuman
Ketertarikan terhadap Jepang terlihat dari penyelenggaraan Japan Expo Malaysia 2026 di Kuala Lumpur pada 24–26 Juli 2026. Acara tersebut menghadirkan berbagai hal yang berkaitan dengan Jepang, mulai dari makanan, pariwisata, pendidikan, budaya hingga gaya hidup.
Kedutaan Besar Jepang di Malaysia menyebut, Japan Expo Malaysia 2026 merupakan salah satu pameran bertema Jepang terbesar di Malaysia dan telah memasuki penyelenggaraan ketujuh. Acara tersebut juga diikuti berbagai perusahaan dan organisasi Jepang. Bisnis Jepang Mulai Memperluas Pasar Popularitas produk Jepang di Malaysia berjalan beriringan dengan semakin banyaknya perusahaan Jepang yang masuk ke pasar tersebut.
Kedutaan Besar Jepang di Malaysia mencatat, sejumlah bisnis Jepang membuka gerai pertamanya di Malaysia sepanjang 2026. Di antaranya adalah 100 Hours Curry pada Juli dan Tsukishima Monja Koboreya pada Juni 2026.
Kehadiran berbagai bisnis tersebut menunjukkan bahwa pasar Malaysia menjadi salah satu tujuan perusahaan Jepang untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka di luar negeri.
Bagi perusahaan Jepang, Malaysia juga memiliki posisi strategis karena dapat menjadi bagian dari jaringan bisnis di kawasan Asia Tenggara. Jepang Jadi Investor Terbesar Malaysia Hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya terlihat dari masuknya produk dan bisnis Jepang. Investasi Jepang di Malaysia juga mengalami peningkatan cukup besar.
Data Malaysian Investment Development Authority (MIDA) menunjukkan, Jepang menjadi sumber investasi asing terbesar Malaysia pada kuartal I 2026. Nilai investasi yang disetujui mencapai RM21,5 miliar, meningkat sekitar 13,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Investasi tersebut berasal dari 36 proyek. Data dari MIDA juga mencatat 93,6 persen investasi Jepang yang disetujui pada periode tersebut diarahkan ke aktivitas transformasi digital.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hubungan bisnis Jepang dan Malaysia tidak hanya berkaitan dengan restoran, makanan, atau produk yang dikonsumsi masyarakat. Perusahaan Jepang juga menanamkan modal di sektor yang berkaitan dengan teknologi dan industri. Perdagangan Jepang-Malaysia Capai RM142,96 Miliar Hubungan perdagangan kedua negara juga memiliki nilai yang cukup besar. Kementerian Luar Negeri Malaysia mencatat, total perdagangan bilateral Jepang dan Malaysia mencapai RM142,96 miliar pada 2025. Jepang juga menjadi mitra dagang terbesar kelima Malaysia secara global sejak 2024.
Hingga Desember 2025, sebanyak 2.872 proyek manufaktur dengan partisipasi Jepang telah beroperasi di Malaysia. Proyek-proyek tersebut menghasilkan 347.346 lapangan pekerjaan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan Jepang dan Malaysia sudah berlangsung lebih luas daripada sekadar pertukaran produk. Bukan Cuma Jepang yang Diuntungkan Bagi Malaysia, masuknya perusahaan Jepang dapat memberikan manfaat melalui investasi, lapangan pekerjaan, teknologi, dan keterlibatan dalam rantai pasok regional.
Sementara itu bagi Jepang, Malaysia memberikan akses ke pasar Asia Tenggara sekaligus menjadi salah satu lokasi penting untuk mengembangkan kegiatan bisnis dan produksi.
Dengan demikian, ketertarikan masyarakat terhadap makanan, budaya, dan produk Jepang bukan hanya menjadi fenomena gaya hidup. Popularitas tersebut berjalan bersamaan dengan hubungan perdagangan dan investasi yang semakin erat antara Jepang dan Malaysia.
Hubungan kedua negara menunjukkan bagaimana popularitas sebuah negara di mata konsumen dapat berkembang menjadi peluang ekonomi yang lebih luas, mulai dari bisnis ritel hingga investasi dan rantai pasok internasional.
(Ellen Octovia Suherman)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)






Komentar (0)