Megawati Soroti MBG hingga 1 Juta Orang Pintar Menganggur, Lalu Bicara Posisi PDI-P

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menyoroti sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), stunting, hingga pengangguran di kalangan orang terdidik.

Megawati bahkan mengaku pernah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai menu MBG yang dinilainya terlalu monoton.

Menurut Megawati, menu MBG dapat dibuat lebih beragam dengan memanfaatkan makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Tak Ada Dua Saksi Buktikan Lodewyk Pusung Korupsi MBG

“Ini saya bilang pada Pak Prabowo urusan MBG, saya bilang sebagai Ibu lho. Saya sama beliau itu temanan sudah zaman dulu. Mas, makanannya saya lihat kok itu-itu saja toh yo. Lho mbok ya kan daerah kita ini macam-macam ya, mbok ya ada rendang sekali-kali,” ujar Megawati, dikutip dari kanal YouTube BPIP, Rabu (12/8/2026).

Megawati menyampaikan hal tersebut dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) 10 s.d. 17 Juli 1945, yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), pada Senin (10/8/2026).

Soroti MBG dan stunting

Megawati menilai, keberagaman daerah di Indonesia semestinya dapat tecermin dalam makanan yang diberikan melalui program MBG.

Dia kembali menegaskan bahwa menu MBG menurut pandangannya masih terlalu seragam.

“Benar dong kan cuma itu-itu saja toh?” ucap Megawati.

Dalam pidato yang sama, Megawati juga menyinggung persoalan stunting pada anak.

Dia mengingatkan para ibu agar lebih memperhatikan kebutuhan anak.

Baca juga: Megawati Keluhkan Menu MBG ke Prabowo: Kok Makanannya Itu-itu Saja

“Sekarang ini kan anak-anak banyak yang dirundung. Saya sampai mikir, ibu-ibunya ke mana ya?” kata Megawati.

Megawati kemudian menyinggung kebiasaan sebagian ibu yang menurut dia terlalu memperhatikan penampilan.

Ia menilai, perhatian orangtua seharusnya tidak berhenti pada persoalan penampilan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Dulu kalau di partai saya saya bilangnya, 'Sudah Bu, Ibu tidak usah dandan deh pakai glowing-glowing seperti itu’. Lupa deh anaknya mestinya kan dibuat stuntingnya hilang,” ujar dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harus Ada yang Bertanggung Jawab dari Challenge Agama Hadiah Miras
• 11 jam lalu
0
thumb
Eks Karyawan Dicari Penagih Utang, Beritajatim.com Tegaskan Tak Lagi Punya Hubungan Kerja
• 7 jam lalu
0
thumb
Kapolri Sebut Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Bentuk Sinergi TNI-Polri
• 1 jam lalu
0
thumb
Manchester City rekrut kiper timnas Argentina Geronimo Rulli
• 15 jam lalu
0
thumb
Asap Merah Putih Akan Hias Langit Jakarta pada HUT Ke-81 RI, Wakasau Tinjau Kesiapan Sistem
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.