Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Rabu mengumumkan bahwa Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt akan meninggalkan jabatannya pada akhir Agustus dan menjadi salah satu penasihat utamanya di luar pemerintahan.
"Sekretaris Pers Gedung Putih kami yang luar biasa, dan salah satu ajudan saya yang paling tepercaya, Karoline Leavitt, akan meninggalkan jabatannya pada akhir bulan ini agar ia dapat menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anaknya yang masih kecil dan keluarganya; sebuah keputusan yang sepenuhnya saya pahami dan hormati," tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 13 Agustus 2026.
Ia mengatakan Leavitt akan tetap menjadi "suara berpengaruh di Partai Republik" saat partai tersebut berupaya untuk "memenangkan Pemilu Paruh Waktu secara meyakinkan," yang akan berlangsung kurang dari tiga bulan lagi, pada 3 November.
Nama Trump tidak tercantum dalam surat suara untuk pemilu paruh waktu tersebut, namun jika Partai Demokrat meraih kemenangan besar di Kongres -,seperti yang diprediksi oleh sebagian besar jajak pendapat saat ini,- kemampuan Trump untuk memerintah di sisa masa jabatannya dapat terhambat secara signifikan.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Leavitt mengatakan: "Menjadi seorang ibu dan menyambut kelahiran bayi baru sembari menjalani salah satu pekerjaan paling menuntut di dunia telah menjadi fase yang paling memuaskan sekaligus menantang dalam hidup saya."
"Sejujurnya, sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, saya merasa dalam hati bahwa saya tidak bisa menjadi ibu terbaik yang layak didapatkan oleh kedua anak saya yang masih kecil, sembari mencurahkan waktu, energi, dan perhatian terus-menerus yang dituntut dari seorang Sekretaris Pers Gedung Putih dan itulah sebabnya saya akhirnya mengambil keputusan yang berat namun melegakan untuk meninggalkan Gedung Putih dan memulai babak baru dalam hidup saya," ujar Leavitt.
"Presiden Trump telah meminta saya untuk terus melayani sebagai penasihat utamanya dari luar pemerintahan, dan saya akan selalu menjadi pendukung vokal bagi MAGA dan Partai Republik," tambahnya, merujuk pada slogan Trump, "Make America Great Again”.
"Merupakan suatu kehormatan bisa bekerja bersama begitu banyak orang yang berprestasi dan mengesankan, dan saya menantikan untuk terus mendukung mereka selama dua setengah tahun ke depan,” imbuh Leavitt.
Leavitt, 28 tahun, menjadi Sekretaris Pers atau Juru Bicara Gedung Putih termuda dalam sejarah AS ketika Trump menunjuknya untuk jabatan tersebut pada November 2024.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai asisten sekretaris pers selama masa jabatan pertama Trump dan sebagai sekretaris pers nasional untuk kampanye Trump tahun 2024 dalam upayanya kembali ke Gedung Putih.
Leavitt memulai cuti melahirkannya pada April dan melahirkan anak keduanya, seorang putri bernama Viviana, pada 1 Mei. Ia dan suaminya, Nicholas Riccio, juga memiliki seorang putra yang lahir pada tahun 2024.
Sebagai sekretaris pers, Leavitt menuai pujian dari para pendukung setia Trump karena sikapnya yang gigih membela sang atasan beserta agendanya; di sisi lain, para kritikus menuduhnya tidak jujur serta kerap melontarkan hinaan kekanak-kanakan dan ejekan untuk mengalihkan perhatian dari pertanyaan-pertanyaan sulit.





Komentar (0)